Yakinkan Kesaksiannya, Puslabfor Polri Bikin Kopi Bersianiada di Kafe Olivier

Tim Puslabfor saat melakukan percobaan kopi bersianida di Kafe Olivier, Kamis (22/9).FOTO:elfany/JawaPos.com
KENDARIPOS.CO.ID,JAKARTA—Semakin sengitnya adu ahli di persidangan kopi maut dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso membuat Polri melakukan percobaan ulang terhadap penaburan sianida di es kopi Vietnam di Oliver Kafe, West Mall, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (22/9).. Ini ditujukan memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa yang mereka lakukan adalah fakta.
Dengan dipimpin Kombes Nursamran Subandi selaku Kabid Kimbiofor Puslabfor Bareskrim Polri, percobaan ini dilakukan dengan menabur sianida ke es kopi Vietnam.
Turut hadir juga Dr I Made Agus Gelgel Wirasuta selaku toksikolog yang sempat bersaksi untuk jaksa penuntut umum di persidangan.
Dari pantauan JawaPos.com, es kopi Vietnam disajikan dua gelas, gelas pertama ditaburi sianida dan kedua tidak.
Di salah satu gelas yang ditaburkan sianida tampak berubah warnanya dari cokelat menjadi sedikit kehijau-hijauan.
Kombes Nursamran mengatakan, dari ujicoba yang dilakukan, mereka menaburkan sianida sebanyak 5,07 gram dan berbentuk padat.
“Lihat saja di kopinya, tidak ada bau menyengat karena larut di air es. Bila di air panas maka akan menyengat (baunya),” kata dia di Kafe Olivier, West Mall, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (22/9).
Hal ini senada dengan keterangan toksikolog dari Universitas Indonesia Budiawan yang merupakan saksi ahli kubu Jessica di persidangan bahwa memang bila sianida dilarutkan ke air panas, maka akan menguap dan menyengat.
“Kalau di es begini kita berani untuk mencium dari dekat, kalau di air panas, bisa keracunan ini satu kafe,” ucapnya.
Sementara Gelgel mengatakan, percobaan ini sekaligus membantah keterangan saksi ahli dari terdakwa Jessica Kumala Wongso, Dr Budiawan. Di mana pada sidang beberapa waktu lalu, ahli toksikolog kimia dari Universitas Indonesia itu menyebut orang yang berada di dekat Mirna mengalami pusing ketika mencium aroma sianida yang dilarutkan ke dalam kopi Vietnam.
“Silakan menilai secara logis. Jika dibandingkan, ada perbedaan ahli yang ditampilkan Jessica dan Jaksa Penuntut Umum (JPU),” ucap dia.
Pada saat mencoba mencampurkan bubuk sianida sebanyak 5 gram ke dalam kopi, sambung Gelgel, tidak timbul reaksi bau yang menyengat. Apalagi sampai membuat orang sekitar mengalami pusing saat mencium aroma sianida.
“Kondisi ini menghambat penguapan yang mengakibatkan keracunab bila di hirup,” ungkap Gelgel.
Gelgel menjelaskan, reaksi semacam itu hanya akan terjadi bilamana sianida dicampurkan ke dalam air bersuhu tinggi. Hal itu pernah ia coba, ketika membantu penyidik melakukan rekonstruksi.
“Kami tidak perlu mencoba itu saat ini. Pada saat rekonstruksi, sudah kami coba. Nah itu dia, kami semua mengalami pusing,” tandas dia.
Sebelumnya, saksi ahli terdakwa Jessica, Budiawan juga meragukan takaran atau jumlah kandungan sianida dalam gelas Mirna seperti yang ada dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Disebutkan dalam BAP ada 7.900 miligram/liter. Jika satuannya dalam gram, maka berarti 7,9 gram/liter.
Jumlah tersebut, menurut dia, terlalu besar. Sebab, jika bicara konsentrasi, menurut standar agent toxic itu adalah 0,8 g/l.
“Kalau 7,9 itu berarti suatu kebauan yang harus. Artinya itu sangat membahayakan, bau gasnya bisa ke mana-mana dan yang terdekat itu bisa mati,” ucap Budiawan.
Besaran jumlah sianida itu juga sudah disampaikan Dokter Forensik RSCM Djaja Surya Atmadja.
Budiawan menerangkan, sianida akan menguap jika dimasukkan dalam kopi dengan kadar atau dosis yang sama seperti yang tertera dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Ketika dicampur pada tahap pertama, itu menguap semua dalam waktu 10 menit. Itu sama pasti komposisinya (dengan kejadian),” ujar Budiawan.
Budiawan membeberkan keterangan itu ketika JPU menanyakan, apakah Budiawan pernah melakukan eksperiman atau simulasi serupa dengan kejadian pembunuhan Mirna.
“Saya 2 sampai 3 kali lakukan di lab. Baunya bukan main. Itu semua sama. Gas sangat beracun. Kalau disidang ini mau dibuktikan, saya siap,” lanjut dia. (elf/JPG)

Post a Comment