Header Ads

Kemenkes Tanggapi Hasil Studi Kematian Akibat Karhutla

Portal Berita Sumatera Utara
Kemenkes Tanggapi Hasil Studi Kematian Akibat Karhutla
Beritasumut.com-Belakangan ini, media memunculkan publikasi lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan yang mengutip data hasil studi para peneliti dari Universitas Harvard dan Universitas Columbia yang mengestimasikan terjadinya 100.300 kasus kematian dini di Indonesia, Malaysia dan Singapura akibat krisis kebakaran hutan Indonesia pada 2015 lalu. 
 
Metode penelitian tersebut menggunakan pengamatan dibandingkan dengan hasil observasi data satelit untuk mengestimasikan paparan asap (smoke exposure) akibat kebakaran hutan dan lahan.
 
Hal ini ditanggapi oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi, MPH, di Kantor Kementerian Kesehatan."Angka tersebut merupakan estimasi hasil studi, bukan angka temuan di lapangan. Kemungkinan besar dimaksudkan untuk menerangkan risiko kematian sebelum usia harapan hidup yang dapat terjadi sebagai dampak adanya kebakaran hutan dan lahan," ujar Oscar dilansir dari laman resmi depkes.go.id.
 
Lebih lanjut disampaikan guna menguatkan hasil penelitian pemodelan, penting diikuti dengan studi kohort untuk pengujian hasil. Untuk itu, hasil penelitian tersebut menjadi masukan berharga bagi pemerintah agar dapat dilakukan penelitian lebih lanjut serta menjadi pertimbangan kebijakan Pemerintah."Dalam hal ini, semangat dari organisasi masyarakat juga para akademisi kesehatan sejalan dengan upaya Kementerian Kesehatan untuk senantiasa menyehatkan masyarakat," tutur Oscar.
 
Selain menyosialisasikan kepada masyarakat akan bahaya kabut asap terhadap kesehatan yang dapat muncul akibat dari adanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kementerian Kesehatan telah secara aktif melakukan upaya penguranan risiko akibat Karhutla."Berdasarkan pengalaman Karhutla tahun 2015, Pemerintah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur telah membentuk Satgas Penanggulangan Karhutla Provinsi, dengan melibatkan Dinas Kesehatan," pungkas Oscar.(BS02)
 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.