Daftar 15 korban tewas banjir bandang Garut yang berhasil dievakuasi Basarnas
LENSAINDONESIA.COM: Basarnas berhasil mengevakuasi 15 orang dari 20 korban meninggal bencana bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Hingga saat ini sedikitnya 1000 warga diungsikan ke lokasi aman.
“Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 15 korban dalam keadan meninggal dunia,” ungkap Deputi Bidang Operasi SAR Basarnas, Heronimus Guruujar Hero di Jakarta, Rabu (21/09/2016).
Menurut Hero, ada tujuh kecamatan yang terdampak. Antara lain, Kecamatan Bayongbong, Garut Kota, Banyuresmi, Tarogong Kaler. Kemudian, Tariging Kidul, Parang Pamitan dan Samarang.
Saat ini Tim Gabungan masih melakakan penyisiran di lokasi banjir bandang untuk menemukan korban hilang.
Seperti diketahui, bencana banjir bandang di Kabupaten Garut disebut sebagai kejadian terburuk sepanjang sejarah di Provinsi Jawa Barat. Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas dan belasan lain hilang. Sementara sejumlah infrastruktur rusak dan membuat gelombang pengungsian warga yang ketakutan.
Menurut Badan Pengelola Lingkungan Hidup Jawa Barat, bencana ini sebagai buntut dari aktivitas pembangunan yang melanggar ketentuan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Sejumlah kawasan hutan lindung di Garut ternyata sudah berubah peruntukan.
Misalnya, di Cipanas, ada Gunung Guntur, sekarang beberapa pengusaha mengeksploitasi pasirnya. Meski pemerintah sudah berusaha menyetopnya, tapi masih keukeuh untuk terus dilanjutkan.
Sejumlah organisasi kemasyarakatan mulai mendirikan posko bantuan. Seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Beberapa keperluan sehari-hari sangat dibutuhkan, seperti makanan, obat-obatan dan pakaian.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut juga telah melaporkan perkembangan terkini pascabanjir bandang dan longsor di Garut, Jawa Barat dengan jumlah korban 20 warga meninggal dunia dan 14 lainnya masih hilang pada sore (21/9/2016) kemarin, pukul 16.30 WIB. Dari jumlah tersebut, sembilan anak menjadi korban bencana banjir bandang Garut, sedangkan empat anak dinyatakan masih hilang.
Sementara itu, dua warga meninggal dunia diidentifikasi berasal dari Sumedang, Jawa Barat. Petugas di lapangan masih melakukan identifikasi nama-nama jasad korban. Saat ini 6 jasad korban yang belum teridentifikasi namanya.
“Saat ini pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Ratusan pengungsi ditempatkan di kantor Korem. BPBD Provinsi Jawa Barat membantu penanganan darurat,” ujar Sutopo.
Pos komando (posko) dan dapur umum telah didirikan BPBD setempat. Bupati Garut menunjuk Dandim sebagai komandan tanggap darurat. Pendataan masih dilakukan. Tim Reaksi Cepat telah berada di lapangan untuk membantu BPBD setempat, berupa dukungan dana siap pakai dan pendampinga posko. Kebutuhan mendesak saat ini adalah dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat. Beras dan permakanan diperlukan untuk penanganan pengungsi.
Masyarakat dihimbau untuk teruseningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor. Hujan akan terus meningkat hingga puncaknya Januari 2017 mendatang. La Nina, dipole mode negatif dan hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan hujan melimpah, lebih besar dari normalnya sehingga dapat memicu banjir dan longsor.
Banjir bandang dan longsor ini dipicu hujan deras sejak Selasa (20/09/2016), pukul 19.00 WIB. Curah hujan tinggi menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Pukul 20.00 WIB banjir setinggi lutut kemudian sekitar jam 23.00 WIB banjir setinggi 1,5 – 2 meter. Saat ini sebagian banjir sudah surut. Ini menunjukkan kondisi hulu DAS Cimanuk sudah rusak dan kritis.@dg
Berikut ini daftar nama korban meninggal dan hilang berdasarkan jenis kelamin:
Korban Meninggal Laki-laki:
1.Nawawi (55) – Asrama Lap. Paris
2.Irsyad Dwi Maulana (8)–Asrama Lap. Paris
3.Rejal (8 bulan)
4.Oom (70)
5.Solihin (4)–Kp. Bojong Sidika, Ds. Haur Panggung, Kec. Tarkid
6.Jana (35) – Bojong Larang
7.Aceng Daryana (35) – Kel. Jayaraga, Kec. Tarkid
8.Deni (23) – Kec. Bayongbong
9.x (5)
Korban Meninggal Perempuan:
1.IIs (35)–Asrama Lap. Paris
2.Siti (25)–Cimacan Tarkid
3.Nunung (70)–Cibunar
4.X (70)
5.Santi (38)–Lap. Paris
6.Revina (7) – Asrama Lap. Paris
7.Nuryati (58) – Lap. Paris
8.X (6)
9.X – anak-Sumedang
10.X – anak -Sumedang
11.X (11)
Korban Hilang Laki-Laki:
1.Ano (60)–Mekar Sari Haur Panggung, Kec. Tarkid
2.Feri (40)–Cimacan Tarkid
3.X (3)–Cimacan Tarkid
4.Supri (40)–Cimacan Tarkid
5.X (3)–Cimacan Tarkid
6.Ahmad (4)–Cimacan Tarkid
7.Etoy (12)–Cimacan Tarkid
8.Endan (45)–Kel. Sukamukti, Kota Garut
Korban Hilang Perempuan:
1.Dede Sumiayah (52)–Asrama Tarumanegara
2.Oon (52)–Cimacan Tarkid
3.Lena Agustina (18)–Asrama TN
4.Eneng (12)–Cimacan Tarkid
5.Kokom (35)–Cimacan Tarkid
6.Ane (35)–Kel. Sukamukti, Kota Garut

Post a Comment