Header Ads

Anang tanya komitmen Jokowi soal pendidikan vokasi belum diimplementasi para menteri

Politik – LensaIndonesia.com
Anang tanya komitmen Jokowi soal pendidikan vokasi belum diimplementasi para menteri
Foto kenangan Anang di depan publik, mendapat ciuman mesra isteri tercinta. Asanty saat hamil.

LENSAINDONESIA.COM: Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mempertanyakan
nasib pendidikan vokasi yang menjadi salah satu andalan program pemerintahan Jokowi.

Sebab, menurut mantan suami Krisdayanti ini, hingga sekarang belum tampak implementasinya di lapangan.

“Kebijakan Menteri di tingkat teknis belum menunjukan peta jalan atas komitmen tersebut,” ungkap musisi suami artis Asanty yang kini menjadi politisi PAN ini, dalam keterangan persnya kepada LICOM, Sabtu (24/9/2016).

Dia juga menyampaikan hingga saat ini kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) serta Kementerian Ristek Dikti (Kemenristek Dikti) belum menunjukkan arah
yang konkret terkait program \pendidikan vokasi.

“Khusus untuk Kementerian RistekDikti, hingga tahun kedua pemerintahan ini belum ada
langkah konkret yang disusun oleh Menteri Nasir terkait program pendidikan vokasi,”
ujar Anang.

Anang menyebutkan dari sisi jumlah sekolah SMK di Indonesia sebanyak 5.545 unit. Namun,
kondisi tersebut berbeda dengan pendidikan vokasi di tingkat perguruan tinggi yang jauh
lebih rendah.

“Hanya 5 peren jumlah pendidikan vokasi di perguruan tinggi dari total perguruan tinggi
se-Indonesia,” ungkap politisi PAN ini.

Anang tidak menampik terdapat sejumlah kendala teknis dalam pemenuhan kuantitas
pendidikan vokasi di tingkat perguruan tinggi. Salah satunya terkait dengan syarat
sumber daya pengajar yang minimal harus pendidikan S-2.

“Persoalannya, sangat sulit menemukan akademisi yang S-2 mengajar vokasi. Lazimnya
akademisi cenderung text book sedangkan pendidikan vokasi cenderung dinamis dan
inovatif,” papar Anang.

Situasi tersebut, sambung Anang, mestinya pemerintah dapat mencari jalan keluar dengan
membuat rumusan konkret untuk mengatasi kendala di lapangan. “Karena pendidikan vokasi
ini menjawab kebutuhan kita terhadap SDM yang siap pakai, terlebih di era Masyarakat
Ekonomi Asean (MEA) ini. Menteri harus kasih solusi,” papar dia.

Musisi asal Jember ini mengakui bila dibedah lebih lanjut pendidikan vokasi merupakan hulu dari proses karya intelektual yang berbasis riset dan berujung terhadap supremasi karya intelektual.

“Pendidikan vokasi, karya intelektual serta supremasi karya intelektual merupakan satu
sistem yang tidak dapat dipisahkan,” tambah Anang.

Dia mengingatkan agar para Menteri terkait dapat mengejawantahkan ide Presiden Jokowi
terhadap pendidikan vokasi.

“Presiden telah berkali-kali sampaikan tentang pentingnya pendidikan vokasi. Namum sampai hari ini, kita belum mengetahui apa narasi pendidikan vokasi ini dari para menteri,” pungkas Anang. @

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.