Header Ads

Warga Jakarta Harus Belajar Kerukunan di Maluku

siwalimanews.com
Warga Jakarta Harus Belajar Kerukunan di Maluku

Ambon - Maluku merupakan contoh ke­hidupan kerukunan umat bera­gama dan patut dicontohi oleh daerah lain, termasuk DKI Ja­karta yang saat ini tengah menyele­ng­garakan pilkada putaran kedua.

Sejak awal Pilkada Jakarta sudah diwarnai dengan isu SARA, sehingga meng­ga­nggu kerukunan antar umat bergama.

Ketua Umum DPP PKB, Mu­hai­min Iskandar saat membuka Musyawarah Wi­layah (Muswil) IV DPW PKB Maluku, meng­ung­kapkan rasa bangganya terha­dap masyarakat Maluku.

Pasalnya, dengan berbagai perbedaan, Maluku mampu hidup damai dalam kebersamaan ditengah perbedaan suku, ras dan agama. “Saya bangga datang di Maluku, karena Maluku menjadi laboratorium kerukunan umat beragama,” kata mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2009-2014.

Sudah sepantasnya, kata Muhaimin, Maluku menjadi contoh yang baik dalam berpolitik, sehingga warga DKI Jakarta harusnya datang belajar di Maluku.

“Warga DKI Jakarta harus harus datang dan belajar di Maluku. Karena menjadi contoh baik dalam berpolitik maupun hidup beragama,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga, mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2004-2009 ini mengungkapkan jika partai bukan dilahir­kan semata untuk kepentingan orang-perorang, tetapi sebaliknya, partai harus mengede­pankan kepentingan masyarakat dan menjunjung asas keadilan. “Tanpa mas­yarakat, partai tidak mempunyai legi­timasi apapun. Dengan demikian, partai harus mengedepankan kepentingan masya­rakat dan membela rakyat,” ungkapnya.

Kader PKB, katanya, harus responsif terhadap seluruh masalah kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, PKB akan semakin dicintai oleh masyarakat, karena PKB punya prinsip dasar yakni prinsip kemanusiaan yang harus dibela. “Yang tertinggi dari perjuangan politik ialah perjuangan untuk kemanusiaan,” ujarnya.

Muhaimin juga bangga terhadap seluruh jajaran DPW dan DPW Maluku, karena setiap pemilihan legislatif, PKB Maluku mampu mengirimkan wakilnya ke DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabu­paten/kota.

“Saya bangga juga dengan DPW PKB Maluku karena setiap periode mampu membawa wakil dari PKB untuk duduk di kursi DPR RI, begitu juga di DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota`, “tegasnya.

Muhaimin berharap agar lewat Muswil DPW PKB IV, dapat menghasilkan program kerja yang strategis untuk mengembangkan partai, dan bersama pemerintah turut membangun daerah dengan menguta­makan kepentingan rakyat. Karena PKB hadir untuk membela rakyat.

Sementara Gubenur Maluku, Said Assagaff mengakui rasa bangganya dengan pernyataan ketua Umum DPP PKB terhadap Maluku yang menjadi contoh Pilkada Jakarta. “Otomatis kita harus merasa bangga dengan apa yang kita punya. Karena kita Masyarakat Maluku mampu menunjukan kehidupan yang harmonis meskipun dalam perbedaan,” kata Assagaff di tempat yang sama.

Sebelumnya Gubenur dalam sambutan pembukaan Muswil PKB mengatakan, Muswil merupakan momentum konsoli­dasi untuk memantapkan program kerja dalam membela kepentingan rakyat. PKB harus terus membangun konsistensi dan diharapkan dapat memberikan kontribusi kerja nyata. “PKB diharapkan membawa nilai toleransi dalam politik maupun beragama. Peran PKB sangat penting untuk menghadirkan kehidupan yang rukun dan damai,” katanya.

Sementara ketua DPW PKB Maluku, Basri Damis mengungkapkan, pada prinsipnya, Muswil merupakan momentum untuk memilih kepengurusan yang baru dan menetapkan program kerja, anggaran dasar, anggaran rumah tangga serta menetapkan rekomendasi dalam menatap Pilkada maluku 2018.

Namun selama ini, uapaya yang dila­kukan oleh Gubernur dalam menjawab kompleksitas pembangunan perlu diapre­siasi. Olehnya itu, PKB akan terus ber­upaya agar pembangunan daerah Maluku terus berkembang, serta mengawal janji presiden yang akan menaikan DAU Maluku menjadi 50 persen. “Janji tersebut harus dikawal dan ditagih. Parpol bersama pemerintah daerah akan memperjuangkan hal itu,” tandasnya.

Pusat Pengkajian

Usai membuka Muswil IV, Muhaimin juga memberikan kuliah umum di Universitas Pattimura.

Dalam kuliah umum yang diikuti ratusan mahasiswa itu, Muhaimin mengingkan agar Unpatti menjadi pusat laboratorium per­bedaan, museum bahkan pusat peng­kajian dalam rangka kebersamaan dalam perbedaan.

“Seringkali, politik dipakai untuk memecahkan. Tetapi yang semes­tinya, politik hadir untuk mempersatukan keberagaman dan perbedaan. Sebab itu, Generasi muda terutama yang berada di Unpatti, harus mengetahui bahwa dalam politik menjadi sarana menuju persa­tuan,” tandasnya. (S-46)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.