PLN Babel Hanya Pemberi Angin Surga
PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.COM – Setelah Jumat lalu pemadaman selama 6 jam, kemarin pemadaman listrik dalam waktu yang panjang kembali terjadi. Juga sekitar 6 jam lamanya dimulai pukul 9 WIB sampai 15 WIB. Pemadaman ini terjadi di seluruh wilayah Pangkalpinang dan pulau Bangka.
Pemadaman panjang yang terjadi ini kontraproduktif dengan klaim-klaim PT PLN Bangka Belitung beberapa waktu terakhir yang menyatakan surplus. Surplus yang diklaim pun terbilang besar yakni 50 MW. Klaim persisnya yakni daya mampu PLN 170 MW sedangkan beban puncak hanya 120 MW.
Demikian juga dengan klaim mereka yang menyatakan 4 pembangkit besar yang dimiliki yakni 2 unit PLTU Airanyir, MPP dan diesel diklaim berfungsi semua. Bahkan PLTU Airanyir diklaim hanya di operasikan 50 persen dari daya mampunya yakni 30 MW dari 60 MW.
Pihak PT PLN sendiri sangat tertutup kepada media atas pemadaman 2 hari yang nyaris berturut-turut ini. Hanya pemadaman di hari pertama (Jumat, 31/3) mereka nampak memberikan keterangan karena adanya gangguan sistem. Namun sayang sistem dimaksud itu tak dijelaskan secara rinci. Berbeda dengan pemadaman total pada hari Minggu, mereka menutup erat. Bahkan GM PT PLN Bangka Belitung Susiana yang biasa terbuka justeru kemarin bungkam. Beberapa kali harian ini meminta konfirmasinya namun tak memberikan respon apapun.
Sedikit ada keterangan hanya dari GM Bangka, Eko Prihandana, yang mengatakan sistem lumpuh kembali. Tetapi tetap tertutup untuk menjelaskan sistem yang dimaksud. “Maaf pak, sistem kita black out kembali, sekarang dalam tahap penormalan pak,” katanya tanpa mau menjelaskan detil.
Anggota DPRD Bangka Belitung Dedi Wijaya mencurigai ada ketidak beresan di tubuh PT PLN Bangka Belitung. Menurutnya agar masyarakat tidak dibuat kesal pihak PLN harus terbuka dan menyampaikan kondisi kelistrikan yang sesungguhnya. “Aneh sekali baru beberapa hari lalu diklaim kondisi listrik surplus tetapi nyatanya padam-padam sudah 2 hari. Belum lagi padam-padam di daerah jauh dari perkotaan sudah tak terhitung, kondisi seperti ini sudah lama tapi tak teratasi,” kesal Dedi Wijaya melalui sambungan telepon kemarin.
Terkait dengan klaim surplus dari PLN Dedi masih meragukan mengingat pemadaman masih terjadi itu. “Bilamana pemadaman terjadi akibat alam misalnya badai, gempa, banjir dan petirmasih bisa dipahami. Tetapi justeru padamnya disaat surplus diperparah lagi dengan tertutup pada publik ini jadi tanda tanya besar. Betul tidak kondisi surplus itu,” tanyanya.
“Sudahlah membuat bualan angin surge kepada masyarakatnya itu. Saatnya PT PLN itu mengatakan sesungguhnya surplus atau krisis. Ke depan ini kita mau menghadapi puasa dan lebaran, jadi harus jujur dan tranparan. Jangan sampai krisis yang ada justeru memicu rasa kesal masyarakat berujung hal-hal yang tak diinginkan,” ingatnya..(herman)
(Visited 14 times, 14 visits today)


Post a Comment