Header Ads

Pemprov Jatim bangun rumah murah seharga Rp 123 juta

Birokrasi – LensaIndonesia.com
Pemprov Jatim bangun rumah murah seharga Rp 123 juta
Wagub Jatim Gus Ipul saat audiensi dengan pengurus DPD REI Jatim bahas pembagunan RST 2017. Foto: Humas Pemprov Jatim

LENSAINDONESIA.COM: Pemprov Jawa Timur menargetkan pembangunan 25 ribu Rumah Sejahtera Tapak (RST) di Jatim tahun 2017 ini. RST ini disediakan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi terkait program membangun satu juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan pembangunan RST di Jatim telah dimulai sejak tahun 2016, dari target 25 ribu rumah RST kini baru terealisasi sekitar 8 ribu rumah. Salah satu kendalanya terkait perizinan tanah di setiap daerah yang dialami oleh para pengembang.

“Kita punya pekerjaan rumah untuk memenuhi target 25 ribu tersebut. Padahal RST ini sudah ada kebijakan tentang kemudahan uang muka dan perizinan. Masalah rumah untuk rakyat berpenghasilan rendah di Jatim sendiri sudah ada program RTLH. Kemudian di Jatim juga ada Tim Percepatan yang mengatasi hal ini,” ujar Gus Ipul usai bertemu dengan DPD Real Estate Indonesia (REI) Jatim di Ruang Kerja Wagub, Senin (6/3/2017).

Karena itu, dirinya berjanji akan membicarakan hal itu dengan gubernur. Untuk selanjutnya, akan bertemu dengan para kepala daerah dan stakeholder untuk membahas hal tersebut. “Saya akan sampaikan ke Pak Gubernur kendalanya apa. Kita punya data 2016, kendala kita apa nanti akan kami rinci secara detail,” tegasnya.

Ditambahkannya, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah memberikan bantuan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) untuk rumah murah yang dibangun pengembang. Akan tetapi, tahun ini jumlahnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saat ini di Jatim ada 1.500 pengembang yang aktif. Sedangkan anggaran PSU tahun ini menurun drastis, yakni saat ini 5 miliar rupiah untuk 10 lokasi. Tahun lalu masih 1 miliar rupiah per lokasi,” imbuh Wagub dua periode ini.

Sementara, Ketua DPD REI Jatim Happy Gunawarman menjelaskan pihaknya perlu bantuan dari pemerintah provinsi untuk mengatasi sejumlah kendala yang dialami oleh para pengembang dalam membangun RST.

“Kendalanya perizinan. Sebenarnya perizinan sudah dimampatkan jadi 44 hari, ada yang dibuang seperti perijinan lokasi. Tapi di lapangan sering terkendala perizinan yang berbelit-belit. Kami minta agar ada sinkronisasi dari pemerintah pusat dan daerah. Walaupun ada surat edaran mendagri, tapi di daerah menemui kendala,” cetus Happy.

Di Jatim beberapa daerah yang sudah siap untuk mengembangkan RST ini di antaranya Madiun, Kediri, Jember dan Banyuwangi. RST ini merupakan rumah dengan tipe 36/60 dengan target harga Rp 123 juta untuk Provinsi Jatim, dengan kenaikan harga 5-7 persen per tahun. RST ini dikenakan DP sekitar Rp 1 juta dengan angsuran Rp 800 ribu per bulan selama 15 tahun.@sarifa

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.