Header Ads

Tangkal berita hoax, Gus Ipul bakal gerakkan Jumat membaca

Birokrasi – LensaIndonesia.com
Tangkal berita hoax, Gus Ipul bakal gerakkan Jumat membaca
Wagub Jatim Gus Ipul foto bersama dengan peserta Seminar Nasional Kebangsaan dengan tema Hoax dan Dunia Akademik di Surabaya. Foto: Sarifa-lensaindonesia

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan mengusulkan kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk segera membentuk program gerakan Jumat membaca. Program dunia pendidikan ini dirasa bisa menangkal berita bohong atau hoax yang sudah menjalar di Indonesia.

Gus Ipul mengatakan pengguna internet di Indonesia tiap tahun meningkat. Pengguna internet saat ini sudah mencapai 51 persen atau sekitar 132 juta dan diprediksi pada tahun 2017 ini bisa mencapai menjadi 140 juta.

“Oleh karena itu kita perlu menggalang semua kekuatan agar bisa menggunakan internet ini untuk kepentingan-kepentingan yang produktif, terutama bagi generasi muda,” kata Gus Ipul usia acara Seminar Nasional Kebangsaan dengan tema Hoax dan Dunia Akademik di Surabaya, Selasa (7/2/2017).

Menurut Gus Ipul generasi muda saat ini mengalami banyak tantangan, di antaranya adalah berita bohong atau hoax dan berita palsu, wacana-wacana yang mengandung unsur SARA dan tentu yang bisa mengancam perpecahan bangsa.

“Lewat seminar inilah kita ingin menggali dan mencari kira-kira apa saja yang perlu kita lakukan agar kedepan penggunaan internet ini untuk kemajuan, kebersamaan dan kalau perlu juga bisa untuk tempat menggalang kekuatan dalam rangka membangun kebersamaan, rasa saling percaya dan mengembangkan budaya ilmiah di Indonesia,” paparnya.

Ia menjelaskan yang menyebarkan berita bohong atau hoax menurut survei ternyata bukan hanya dari kalangan orang-orang yang literasinya rendah tetapi juga banyak dari kalangan orang berpendidikan.

“Orang-orang berpendidikan yang banyak mengembangkan berita-berita bohong atau hoax ini,” tegas Wagub dua periode ini.

Tak hanya itu, Gus Ipul juga menyebut saat ini telah ada sekitar 800 ribu lebih berita bohong atau hoax dan juga caci maki yang perlu mendapat perhatian bersama. Keberadaan berita hoax dinilai sangat merugikan karena itu diperlukan pengawasan dari berbagai pihak.

Disisi lain, pihaknya mengatakan terkait berita hoax memang diperlukan juga penegakkan hukum itu penting, tetapi itu hanya 30 persen, sisanya yang 70 persen adalah membangun kesadaran masyarakat, pengertian dan budaya berpikir ilmiah. Dirinya juga ingin kedepan membikin langkah-langkah kongkrit untuk menangkal berita hoax, salah satunya adalah lewat program dunia pendidikan.

“Nanti saya usulkan ke Pak Gubernur misalnya kita bikin program gerakan Jumat membaca. Program ini, akan saya coba menindak lanjuti, mengkaji dan mendalami dengan kepala dinas pendidikan,” tukas Gus Ipul.@sarifa

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.