“Pertamina Ide Gila Energi Competition” tantang anak muda untuk telorkan energi baru
Made Adiputra (Retail Fuel Marketing Regional V), Waljiyanto (Ketua Panitia kompetisi), Andiyanto Hidayat (Sekretaris Dewan Komisaris PT PGE) mendapat penjelasan Dennys Al Fath pemenang PIMNAS XXVIII dengan karyanya Electric Eco Bike di Gedung Pusat Robotika ITS. (LICOM/Nani Mashita) 0LENSAINDONESIA.COM: Ratusan anak muda antusias mengikuti roadshow Pertamina Ide Gila Energi Competition 2017 yang digelar di gedung Pusat Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Selasa (14/2/2017).
Ini merupakan roadshow ketiga setelah ajang serupa digelar di Bandung dan Makassar. Kegiatan diisi dengan “pojok inovasi”, quiz and games serta sharing dari pakar industri Yoris Sebastian.
“Tips kretif membiasakan diri untuk tak biasa,” kata Yoris Sebastian.
Dia menekankan jika rutinitas membuat orang kehilangan ide. Juga takut untuk menyampaikan ide-idenya.
“Kita jadi terjebak, untuk mendapatkan nilai 100 maka salahnya adalah nol. Nah kalau di kompetisi tidak seperti itu. Keluarkan seluruh ide tergila kalian, nanti kita yang menentukan apakah idenya memang gila atau orangnya yang gila,” kelakar Yoris.
Ide bisa muncul dari mana saja, terutama dari kearifan lokal Indonesia yang kaya budaya dan tradisi. “Banyak pemenang di kompetisi terinspirasi dari kearifan lokal. Jadi memang bisa jadi ide yang luar biasa,” ungkap Yoris yang jadi salah satu juri kompetisi.
Ketua panitia kompetisi, Waljiyanto mengungkap kompetisi ini pada awalnya dilakukan untuk internal Pertamina. Sejak 2015, ribuan ide selalu muncul di ajang ini.
“Tetapi tahun 2017 kami tidak ingin di internal saja, tapi juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi supaya lebih bermanfaat,” katanya.
Maka Pertamina menantang anak muda untuk menyumbangkan ide atas kebutuhan terhadap energi hijau, bersih dan tidak boros. “Maka kita tantang anak muda untuk bisa menciptakan energi baru,”ujarnya.
Yang menarik, Pertamina akan membantu pemenang untuk bisa merealisasikan ide gilanya agar bisa diterapkan di masyarakat. Nantinya, jika selama dua tahun idenya bisa diterapkan maka Pertamina akan membuka peluang joint business alias kerjasama untuk dikomersilkan. Memang ada tahapan yang harus dicapai maupun upaya peningkatan skill karena biasanya ide-ide yang muncul baru sebatas lab.
“Jadi kita tak hanya beri uang ratusan juta, jalan-jalan ke luar negeri tapi bisa kita ajak untuk join bisnis bersama mengembangkan idenya,” tukas Andiyanto Hidayat, Sekretaris Dewan Komisaris PT PGE.
Kompetisi berlangsung hingga 5 Maret 2017. Hingga kini sudah lebih 3 ribu ide yang di-submitt di website panitia kompetisi. @sita

Post a Comment