Kerusuhan di Paris pecah setelah polisi diduga cabuli pria kulit hitam
Kerusuhan di ParisLENSAINDONESIA.COM: Ibu Kota Prancis, Paris, dilanda kerusuhan setelah seorang polisi dikabarkan melakukan pencabulan terhadap Theo (22), pria kulit hitam di wilayah Aulnay-sous-Bois, pinggiran Paris.
Korban yang menderita luka di bagian dubur akibat disodomi dengan tongkat pelaku saat ditangkap polisi Kamis lalu, kini harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Di Bobigny, pinggiran Paris sebelah utara, sedikitnya 2000 massa melempari polisi dan membakar sebuah mobil sebagai bentuk protes. Polisi tak tinggal diam dengan menembakkan gas air mata membalas dengan menembakkan gas air mata.
Otoritas keamanan setempat sata ini sedang melakukan penyelidikan terhadap seorang polisi dalam kasus pencabulan. Polisi Prancis ini diduga sengaja memasukkan tongkat polisi ke lubang dubur pemuda itu, seperti dilansir laman France24, Minggu (12/2). Tiga polisi lainnya didakwa sengaja melakukan kekerasan terhadap pemuda kulit hitam tersebut.
Kasus kerusuhan ini kembali membuat panas hubungan antara kaum imigran di Prancis dengan petugas keamanan. Aparat kerap dituding bertindak diskriminasi dan brutal terhadap kaum pendatang ataupun keturunan. @LI-15

Post a Comment