Awas! Polisi gadungan gentayangan cari mangsa di kawasan Rungkut
Ilustrasi polisi gadunganLENSAINDONESIA.COM: Masyarakat diimbau waspada dengan aksi kejahatan bermodus pura-pura jadi polisi dinas di Polda Jatim. Dua pelajar SMA, Dimas Saputra (17) dan Riki (14), jadi korban aksi polisi gadungan itu. Akibatnya handphone keduanya dirampas para pelaku saat melintas di kawasan Jl Kedung Baruk, RUngkut.
Peristiwa perampasan yang dilakukan polisi gadungan itu terjadi pada, Sabtu (14/1/2017) malam lalu. Saat itu Riki dan Dimas yang melintas di Jembatan Gunung Anyar Kidul, mendadak dihentikan dua pria berseragam polisi. Sambil membentak korban, kedua polisi gadungan itu meminta korban dari motor. Karena takut, Riki dan Dimas akhirnya turun dari motor.
Tanpa basa-basi, tangan Dimas lalu diborgol salah satu pelaku dan dituduh melakukan kejahatan. “Saya sempat kaget dan bertanya salah saya apa? Eh…, mereka malah makin marah dan membentak saya,” terang pelajar SMA swasta ini.
Dalam kondisi ketakutan, Riki dan Dimas diminta ikut mereka. Dengan menaiki motor pelaku dan korban, mereka berboncengan menuju arah Jl Raya Kedung Baruk. Disana, Riki dan Dimas diminta turun dan barang-barang mereka digeledah.
Tak berhenti disitu, Riki yang menelpon orang tuanya, tiba-tiba Hpnya dirampas dengan kasar oleh salah satu pelaku. Polisi gadungan itu juga mengancam orang tua korban akan memenjarakan anaknya bila berani datang ke lokasi.
Karena tak menemukan benda berharga, para pelaku akhirnya hanya membawa Hp milik Riki dan Dimas. “Merasa ada yang tidak beres, dua bocah itu melapor ke Polsek Rungkut dengan terus mengingat name tag yang ada di dada kanan polisi gadungan tersebut. “Mereka merasa diperlakukan secara kasar dan tak wajar oleh pelaku yang menyamar sebagai polisi,” ujar Kapolsek Rungkut Kompol Dwi Heri Sukiswanto, Minggu (15/1/2017).
Dari keterangan korban, pihaknya langsung melapor ke Polda Jatim untuk melakukan kroscek. Ternyata tidak ada nama-nama yang disebutkan korban terdaftar sebagai personel Polda Jatim. “Kami langsung menyebar anggota untuk memburu polisi gadungan itu. Kami juga menjelaskan ciri-ciri para pelaku ke warga dan masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Saat ini, satu pelaku sudah kami ketahui dan sedang kami buntuti untuk memastikan. Doakan cepat tertangkap,” tutup Kompol Dwi Heri. @nanda

Post a Comment