Papilaya Bereskan Kegagalan Rezim RL
Ambon - Tiga bulan memimpin Kota Ambon sebagai Caretaker Walikota, ternyata kinerja Frans Johanis Papilaya lebih pro rakyat.
Kendati baru tiga bulan, namun Papilaya banyak memberikan sentuhan perubahan yang pro rakyat. Jauh lebih menyentuh warga dibandingkan dengan era dimana Richard Louhenapessy menjadi walikota selama lima tahun terakhir ini.
Dalam rentang waktu tiga bulan ini, banyak kemajuan yang sudah dibuat oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku.
Banyak hal yang tidak dibuat oleh Walikota Richard Louhenapessy, justru dengan mudah dilaksanakan oleh Papilaya. Padahal Richard memimpin selama lima tahun.
Misalnya saja, Papilaya berhasil menaikan belanja langsung sebesar 49 persen pada APBD 2016 dari yang sebelumnya hanya 32 persen sementara sisanya belanja tak langsung. Tidak sampai disitu, ia juga memangkas banyak sekali kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Perjalanan dinas yang tidak perlu pun dikurangi bahkan ada program yang tidak penting pun dibatalkan. Tak pelak, selama tiga bulan terakhir ini, Papilaya berhasil menghemat anggaran perjalanan dinas sebesar Rp 13 milyar. Dana tersebutlah yang kini dipakai untuk penanggulangan bencana.
Untuk kesejahteraan pegawai pada lingkup Pemkot Ambon, hanya dalam waktu satu bulan memimpin dirinya telah menganggarkan pakaian seragam bagi 7.248 pegawai.
Terlepas dari itu dirinya pun menaikan insentif bagi para pegawai mulai dari eselon II, III dan IV maupun tenaga honor dan kontrak pun dinaikan dengan syarat kinerja harus diperbaiki.
Di bidang pendidikan, Papilaya memerintahkan dinas untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah yang rusak dan transparansi penggunaan dana BOS di sekolah.
Para guru honorer K2 Non APBD dan Non APBN pun siap untuk dibiayai oleh pemkot di tahun 2017 mendatang. Tenaga honorer itu pun akan diberikan pakaian seragam dari pemerintah yang mana sudah dianggarkan di tahun 2017.
Dalam bidang kesehatan memang diakui Kota Ambon masih sangat kekurangan tenaga kesehatan dan lewat kesepakatan dengan DPRD maka di tahun depan tenaga sukarela juga akan diangkat menjadi tenaga honorer serta perbaikan sarana kesehatan.
Ketua DPRD Kota Ambon, James Maatita mengatakan Papilaya berhasil membawa perubahan sesuai yang diinginkan warga kota ini.
“Dengan pola kepemimpinan seperti Pak Papilaya membuktikan ia mampu memberikan perubahan. Tiga bulan saja ia sudah bisa membuat banyak perubahan, padahal walikota sebelumnya selama lima tahun tidak bisa berbuat seperti yang dibuat Pak Papilaya,” tandas Ketua DPRD Kota James Maatita kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Jumat (4/11).
Menurutnya, Papilaya bahkan mampu mengarahkan alokasi APBDP 2016 lebih kepada kepentingan rakyat.
“Memang itu betul ketika pembahasan APBD 2016 banyak sekali anggaran yang diperuntukan untuk kepentingan masyarakat. Bahkan program-program yang tidak jelas semuanya dipangkas,” ungkapnya.
Maatita menilai hasil yang diraih oleh Papilaya selama tiga bulan terakhir sangat berbeda jauh dengan hasil yang digapai Richard Louhenapessy selama lima tahun memimpin kota ini.
“Banyak sekali kegiatan yang tidak pro rakyat saat kepemimpin Richard. Bahkan ada program-program yang tidak berhasil dilaksanakan olehnya. Selama ini justru kita melihat apa yang dilakukan Pak Papilaya sangat-sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.
Hal yang sama juga dikatakan, Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono mengatakan Papilaya telah menunjukkan eksistensi diri sebagai pejabat yang mementingkan kepentingan masyarakat dibandingkan pribadi.
Selain itu, Latupono berharap Papilaya terus melakukan perubahan karena masih banyak yang program yang harus dibuat lebih baik lagi untuk warga kota ini.
“Saya rasa masih ada program yang perlu dilakukan. Evaluasi lagi terutama menyangkut dengan sampah, yang sampai saat ini belum ditangani dengan baik. Dan juga ada program-program lain seperti menangani masalah PKL, pasar dan transportasi,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Jumat (4/11), Caretaker Walikota Ambon FJ Papilaya genap memimpin Kota Ambon selama tiga bulan.
Papilaya kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (3/11) mengaku jabatan yang di emban saat ini merupakan amanah yang diberikan. “Saya melayani dengan hati dan apa yang menjadi keinginan masyarakat maupun aparatur harus kita layani,” ujar Papilaya.
Dikatakan pemerintah harus ada ditengah masyarakat dan harus berkerjasama dengan masyarakat. “Jadi apa yang sudah saya perbuat saat ini adalah amanah yang harus saya jalankan baik kepada masyarakat maupun aparatur sipil negara,” kata Papilaya.
Menurutnya, dalam kurun waktu 3 bulan dirinya berhasil menaikan belanja langsung bagi masyarakat maupun mempersiapkan kenaikan tunjangan jabatan bagi aparatur sipil negara.
“Realisasinya akan berlangsung pada tahun depan namun dengan kenaikan tunjangan maka aparatur juga harus memperbaiki kinerja,” pinta Papilaya.
Kerena apa, hak dan kewajiban itu harus sejalan dimana pemerintah memberikan kewajiban dan pegawai menjalankan hak. “Kalau aparatur ini sejahtera maka proses pelayanan kepada masyarakat akan berjalan dengan baik,” kata Papilaya.
Untuk itu dirinya meminta dukungan dari masyarakat Kota Ambon maupun aparatur sipil negara selama melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.
“Saya ketika ditunjuk menjabat caretaker diberikan 3 tugas penting yakni menjalankan roda pemerintahan, menjaga netralitas ASN maupun mensukseskan pilkada,” tandasnya.
Ia menambahkan, jika ada PNS yang tidak netral maka pihaknya akan memprosesnya hingga tuntas. “Jadi apa yang saya lakukan ini berkat dukungan dari semua pihak maupun melaksanakan pemerintahan sesuai dengan aturan atau kolidor yang sudah ditentukan,” cetusnya. (S-40)

Post a Comment