Ribuan massa FPI pimpinan kepung Habib Rizieq kantor Ahok
Ribuan massa yang tergabung dalam kelompok Aksi Bela Islam melakukan unjukrasa di depan Gedung Istiqlal, Jakarta, Jumat (14/10/2016). Mereka meminta pemerintah, dalam hal ini aparat penegak hukum segera memproses Ahok terkait penistaan agama. Foto; republikaLENSAINDONESIA.COM: Ribuan massa Front Pembela Islam (FPI) bergerak dari Masjid Istiqlal menuju kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Jumat (14/10/2016).
Ketua FPI Habib Rizieq Shihab mengatakan, aksi ini tidak terkait dengan Pilkada DKI Jakarta yang akan bergulir pada Februari 2017.
“Aksi ini tidak ada kaitannya dengan Pilkada (DKI Jakarta). Ini aksi menuntut penista agama (Ahok) segera diprosea hukum,” kata Habieb Rizieq yang menjadi koordinator aksi dalam orasinya.
Menurut Habib Rizieq, Ahok telah menistakan Agama Islam serta Alquran melalui penyataannya terkait surat Almaidah ayat 51. Maka dari itu, mereka menuntut pemerintah, khususnya aparat penegak hukum bisa cepat bertindak untuk memproses Ahok sesuai hukum yang berlaku.
“Indonesia itu negara hukum. Maka dati itu, kita ingin mempertegas, minta negara hadir melaksanakan hukum yang sudah jelas,” ucap Rizieq.
Sebelumnya, sepenggal rekaman video pernyataan Ahok yang beredar secara viral melalui jejaring sosial (Facebook) dianggap publik berisi penghinaan Alquran dan Islam. Penyataan tersebut pun membuat sejumlah ormas Islam bereaksi dengan cara melaporkannya ke polisi, terkait penistaan agama.
Selama menuju ke kantor Ahok, massa yang mengenakan baju putih dengan berbagai atribut itu berbaris di belakang mobil komando yang dinaiki Habib Rizieq. Sebagian dari mereka yang mengendarai sepeda motor sudah menunggu di depan Lapangan Banteng.
Petugas gabungan dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya mengawal pergerakan massa. Sebagian petugas berbaris di sisi jalan. Sedangkan, barisan massa dipandu petugas yang mengendarai sepeda motor.
Sebelum jalan menuju Balai Kota DKI, Habib Rizieq mengingatkan massa untuk tidak mudah terprovokasi. Dia mengatakan, aksi ini murni untuk penegakan hukum, bukan soal Pilkada DKI Jakarta.
“Hati-hati provokasi. Kita ini bukan gerakan politik. Kita tidak ada hubungannya dengan Pilkada DKI. Ini murni penegakan hukum karena telah menistakan agama,” ujar Rizieq di atas mobil komando.@LI-13

Post a Comment