Kakor Brimob Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali PON
Ambon - Kepala Korps Brimob Irjen Mrad Ismail menyerahkan bonus kepada atlet Maluku yang meraih medali di PON XIX/2016-Jawa Barat
Penyerahan bonus tersebut berlangsung di kediaman pribadinya, di kawasan Desa Poka, Ambon, Kamis (13/10) malam.
Murad memberikan bonus kepada peraih medali emas sebesar sebesar Rp 25 juta, perak Rp 10 juta dan perunggu Rp 5 juta.
Secara bonus tersebut diterima secara simbolis oleh peraih medali emas yaitu Chelsea Corputty (dayung), La Memo (dayung), Rusdy Elly (dayung), Welmy Pariama (tinju), Juliana Patty (tinju), Yamin Rahayaan (kempo) dan Alvin Tehupeiory (atletik).
Kepada wartawan disela-sela penyerahan bonus tersebut, Murad mengaku turut prihatin dengan prestasi atlet Maluku.
“Penyerahan bonus ini merupakan bagian dari keterpanggilan sebagai orang Maluku kepada prestasi atlet sehingga secara spontan menyerahkan bantuan baik peraih emas, perak dan perunggu,” kata Murad.
Ia mengatakan, selama ini Maluku memiliki kekayaan alam yang begitu berlimpah seharusnya atlet juga perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
“Banyak atlet Maluku yang berprestasi namun semuanya menghilang karena tidak diperhatikan dengan baik oleh pemerintah, paling tidak menyiapkan lapangan pekerjaan,” katanya.
Selain itu jelas mantan Kapolda Maluku itu, bonus yang diberikan ini sebagai bentuk spontanitas pribadi sehingga jangan dikaitkan dengan kepentingan lainnya.
“Saya siap membantu pemerintah khususnya dalam membenahi atlet sehingga ketika mereka berlaga bukan hanya 7 medali emas saja yang bisa didapat tetapi bisa lebih,” jelas Murad.
Turut hadir saat penyerahan bonus tersebut, Pangdam XVI Pattimura Mayjen Doni Monardo, Kapolda Maluku Brigjen Ilham Salahuddin, Ketua Pengprov Pertina Maluku Sam Latuconsina, serta sejumlah undangan lainnya.
Belum Ada Konfirmasi
Sementara itu, hingga saat iniPemprov maupun pengurus KONI Maluku belum memberikan konfirmasi kepada masing-masing cabor terkait dengan kejelasan bonus kepada atlet yang meraih medali PON.
Pelatih atletik, Novi Persulessy kepada Siwalima di Ambon, Kamis (13/10) membenarkan tidak ada perhatian dari pemerintah maupun KONI terhadap atlet usai berjuang di tanah legenda. “Para atlet semuanya sudah kembali ke daerah masing-masing karena tidak ada kejelasan dari pemerintah maupun KONI soal bonus,” ungkapnya.
Ia mengaku tidak tahu sampai kapan para atletnya harus menunggu karena sampai saat ini gubernur maupun Ketua Harian KONI tidak berada ditempat. “Yang saya sesalkan kenapa kita tidak dikonfirmasi atau diberikan penjelasan sedikitpun soal kapan waktunya memberikan bonus,” ujarnya.
Untuk itu dirinya sangat berharap ada perhatian besar dari pemerintah dan KONI atas kesejahteraan para atlet yang sudah mengharumkan nama Maluku.
Sebelumnya bonus senilai ratusan juga rupiah yang diiming-imingi untuk atlet Maluku yang meraih medali di ajang PON XIX/2016-Jawa Barat kini tak jelas.
Saat perhelatan event olahraga empat tahunan tersebut, Maluku mengikutsertakan 64 atlet pada 14 cabang olahraga.
Hingga PON berakhir 29 September lalu, Maluku meraih 7 medali emas, 3 medali perak dan 9 perunggu sehingga menempati peringkat 20 dari 34 provinsi peserta.
Empat tahun lalu saat PON XVIII-Riau, Maluku juga menempati peringkat 20 dari 34 provinsi peserta. Namun saat itu, Maluku hanya mampu meraih 4 medali emas, 10 perak dan 5 perunggu. (S-39)

Post a Comment