Header Ads

Permasalahan Hasil Survei LSI, Djarot Bilang "Itu Kan kalau..."

Majalah Berita 855 | Creative Information Network
Permasalahan Hasil Survei LSI, Djarot Bilang "Itu Kan kalau..."
Calon Pilkada 2017 Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat
Pasangan Pilkada 2017 Basuki Tjahaja Purnama dengan Djarot Saiful Hidayat.
JAKARTA - Bakal calon wakil gubernur petahana DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, malas berkomentar menyangkut buatan survei Lingkaran Survei Indonesia yang menyatakan dia dan pasangannya, akan calon gubernur, Basuki Tjahaja Purnama, akan kalah seandainya bertanding head to head bersama pasangan lain buat Pemilihan Kepala negara 2017 (Pilkada 2017).

"Itu kan bila if if if, dan if if if," ucap Djarot usai menghadiri sebuah acara di universitas universitas Moestopo Beragama, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (8/10/2016).

Menurut Djarot, menurunnya tingkat elektabilitas bukan sesuatu yg butuh dipermasalahkan. bahkan itu bikin aku lebih semangat kerja," lagi dia.

Berdasarkan buatan survei terbaru asal Lingkaran Survei Indonesia, pasangan Basuki masih Djarot dapat kalah apabila dihadapkan dgn satu pasang calon (head to head), ialah dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno atau Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Kondisi demikian berlaku apabila pilkada dilakukan pada hari responden disurvei.

"Ada empat alasan mengapa pasangan Ahok (sapaan Basuki)-Djarot kalah jika head to head, yaitu soal perpindahan dukungan, pemilih muslim, pemilih bukan etnis tertentu, dan sentimen anti-Ahok," kata peneliti LSI, Ardian Sopa, saat merilis hasil survei LSI bertajuk "Isu Agama Kalahkan Ahok?" di Kantor LSI, Jumat (7/10/2016) sore.

Menurut Djarot survei ini dilakukan pada periode 28 September sampai 2 Oktober 2016, dengan total 440 warga DKI Jakarta yg jadi responden.

Survei ini dilakukan bersama soal jawab tatap muka masih menggunakan formula multistage random sampling.

Adapun margin of error dalam survei ini plus minus 4,8 persen bersama sumber dana alamat kas internal LSI.

Survei ini tambah dilengkapi dgn riset kualitatif yang mencakup focus kelompok discussion, fasilitas analisis, dan depth interview.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.