Header Ads

Gubernur Instruksi Kadis Kesehatan Sebulan Tinggal di MBD

siwalimanews.com
Gubernur Instruksi Kadis Kesehatan Sebulan Tinggal di MBD

Tiakor - Kurangnya infrastruktur kese­ha­tan di Kabupaten MBD membuat Gubernur Maluku Said Assagaff menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Meykal Pontoh untuk tinggal di MBD selama satu bulan membereskan masalah dimaksud.

“Saya izinkan ibu kadis untuk tinggal disini selama satu bu­lan mengurusi masalah kese­hatan,” kata Gubernur saat membuka Ra­kerda Pemprov Maluku di Aula Kantor Bupati MBD, Tiakor, Selasa (12/10).

Menurutnya, masih belum terlam­bat untuk membenahi masalah ke­sehatan di MBD, karena hingga saat ini, masyarakat MBD masih harus ke Timor Leste untuk berobat.

“Masih belum terlambat segera selesaikan masalah kesehatan agar secepatnya rumah sakit di MBD bisa dibangun,” ungkapnya.

Gubernur bahkan meminta, Kadis kesehatan untuk bisa membantu membentuk spesifikasi peralatan yang dibutuhkan sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

“Bila perlu ajak menteri untuk datang ke sini. Supaya menteri juga tahu rasa keadaan di sini itu bagai­mana,” tandasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Bupati MBD Barnabas Orno mengatakan, pemerintah harus mem­perhatikan masalah kesehatan mas­yarakat MBD. Setiap tahunnya pem­kab membiayai pengobatan masya­rakat yang berobat di Timor Leste dan Kupang.

“Kita sudah usulkan pembangu­nan rumah sakit Tiakor sejak tahun 2012 tapi tidak direalisasi,” tan­dasnya.

Bahkan, bupati menjanjikan keamanan bagi penduduknya yang datang berobat di Timor Leste.

“Kita tidak perlu password, saya jamin keamanan saudara, saya per­nah sampaikan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jangan tembak rakyat saya yang berobat di Timor Leste. Tadi malam pun saya berdoa agar peserta Rakerda jangan ada yang sakit parah, karena mau tidak mau bapak ibu nantinya akan berobat ke Timor Leste,” ujarnya.

Disisi lain, Kepala Dinas Kese­hatan Meykal Pontoh mengatakan untuk MBD berdasarkan usulan tahun 2016 ada 5 rumah sakit pra­tama yang akan dibangun, namun yang disetujui Kementerian Kese­hatan hanya dua rumah sakit yakni di Ilwaki dan Uletwurung.

Sementara tiga lainnya masih ber­status merah, yakni masih belum kla­rifikasi, terutama soal spesifikasi per­alatan medis yang dibutuhkan. (S-43)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.