Saling bertentangan, Donald Trump akan temui Paus Fransiskus di Vatikan
Paus Fransiskus dan Donald Trump. Foto: IstimewaLENSAINDONESIA.COM: Vatikan mengumumkan bahwa Pemimpin tertinggi umat Katolik, Paus Fransiskus akan menerima kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Istana Apostolik.
Rencananya pertemuan tersebut dilakukan pada 24 Mei mendatang.
Banyak orang menilai, pertemuan antara Paus Fransiskus dan Trump akan jadi canggung. Mengingat keduanya bertentangan dalam berbagai hal seperti imigrasi, pengungsi, perubahan iklim dan termasuk soal bom nuklir AS yang diberi nama “the mother of all bombs”.
Dikutip dari Reuters, Minggu (07/05/2017), Trump rencananya akan ke Roma, Italia setelah melakukan lawatannya ke Timur Tengah dan sebelum menghadiri pertemuan puncak NATO di Brussels, Belgia.
Pertemuan antara Paus Fransiskus dengan Trump akan dilangsungkan pukul 08.30 setempat atau 06.30 GMT.
Sebenarnya waktu pertemuan tersebut tidak biasa karena terlalu pagi bagi Paus untuk menerima seorang Kepala Negara. Dalam daftar perjalanan Trump, awalnya hanya ke Brussels, Belgia dan Sisilia, Italia.
Namun ia memperluas perjalanannya hingga Arab Saudi, Israel, dan Vatikan. Paus Fransiskus baru mengetahui bahwa Trump ingin bertemu dengannya pada Sabtu (06/05/2017) kemarin setelah ia kembali dari lawatannya di Mesir.
Selain menjadi pemimpin bagi 1,2 miliar umat Katolik, Paus Fransiskus juga seorang Kepala Negara. Pertemuan nanti diharapkan bisa membuat keduanya tukar pandangan mengenai masalah dunia.
Tahun lalu, Paus Fransiskus sempat mengkritik Trump yang akan membangun tembok perbatasan di dengan Meksiko. Menurut Paus tindakan itu tidak mencerminkan orang Kristen.
Di Amerika Serikat, sebanyak 70 juta penduduknya beragama Katolik. Washington dan Vatikan telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1984 saat Presiden Ronald Reagan menganggap Paus Yohanes Paulus sebagai sekutu untuk melawan komunisme.@LI-13

Post a Comment