DPRD Lamban Sikapi Langkah Walikota Tual
Ambon - DPRD Kota Tual sam-pai saat ini belum me-nyikapi langkah Walikota Tual Adam Rahayaan menonaktifkan Sekot Tual Adly Bandjar. Janji mereka untuk meng-gelar rapat bahas masalah tersebut, Selasa (2/5) ditunda sampai dengan saat ini.
Akhirnya, DPRD kembali berjanji akan menggelar rapat internal secepatnya untuk menyikapi tindakan Walikota.
“Rencananya Selasa, tetapi karena kita semua baru kembali dari studi banding di Jawa Barat sehingga kita harus persiapan dulu. Mungkin besok, rapatnya sudah bisa di gelar. Kita rapat internal dulu, antar pimpinan dan anggota DPRD saja dulu,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Tual Zainal Kabalmay kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Rabu (3/5).
Menurutnya, setelah digelar rapat internal, barulah DPRD akan menentukan agenda rapat khusus, dengan menghadirkan Walikota dan Sekot.
“Kita rapat internal,setelah rapat internal barulah kita akan menentukan agenda rapat khusus, apa kita akan menghadirkan Walikota dan Sekot ataukah tidak,” ujarnya.
Kabalmai memastikan, jika hari ini, Kamis (4/5) tidak ada rapat internal, maka DPRD akan berupaya secepatnya untuk menggelar rapat tersebut. “Kalau tidak esok, kita pasti akan berupaya secepatnya,” ujarnya.
Sebelumnya, sejak diinstruksikan oleh Gubernur Maluku Said Assagaff untuk membuat laporan tertulis terkait alasan menonaktifkan Sekot Tual Adlly Bandjar, hingga saat ini Walikota Tual Adam Rahayaan belum melaksanakan instruksi tersebut.
“Memang itu merupakan instruksi Gubernur untuk ada laporan, tetapi kenyataannya hingga saat ini, walikota belum memasukan laporan tersebut,” tandas Sekda Maluku Hamin bin Thahir kepada Siwalima di Kantor Gubernur, Selasa (2/5).
Menurut Sekda, seharusnya laporan tersebut dapat dimasukan secepatnya, agar gubernur selaku wakil pemerintah pusat di daerah dapat melihat apakah tindakan Rahayaan dapat dibenarkan dan ditindaklanjuti ataukah tidak. “Kalau mau cepat selesai masalahnya, berarti harus secepatnya memasukan laporan itu. Harus secara resmi,” tandasnya.
Sementara itu, Walikota Tual Adam Rahayaan yang dihubungi Siwalima melalui telepon selulernya, mengatakan laporan tertulis tersebut sementara di susun, karena dirinya baru saja kembali dari Musrenbangnas, RUPS Bank Maluku, dan juga MTQ XXVII Tingkat Provinsi di Bursel.
“Kemarin libur dan tadi saya baru tiba, laporannya sementara kita buat, secepatnya sudah pasti akan diserahkan ke provinsi,” ungkapnya.
Sekot Adlly Bandjar dinonaktifkan sejak Jumat (21/4) lalu, dilatarbelakangi pernyataan sekot, saat rapat di DPRD yang dinilai menyinggung harga diri Rahayaan.
Penonaktifan tersebut baru sebatas lisan dan tidak ada salinan surat keputusan yang telah melalui koordinasi dengan gubernur. Rahayaan justru baru melakukan koordinasi dengan Gubernur Maluku Said Assagaff, setelah menyampaikan penonaktifan tersebut ke publik. (S-43)

Post a Comment