Cipayung Pontianak Ajak Warga Kalbar Jaga Kedamaian
Pontianak- Menyikapi kondisi keamanan dan ketentraman Kalimantan Barat belakangan ini dan adanya isu pada 20 Mei 2017 akan ada demo lanjutan bela ulama jilid 2, sejumlah ormas yang tergabung dalam Cipayung Pontianak dengan tegas mengatakan, tidak akan turun dalam aksi tersebut, pernyataan itu disampaikan Cipayung ketika menggelar Konferensi Pers,Rabu (10/5) pukul 13.45 di Jalan Tanjungpura Pontianak.
Konferensi Pers tersebut dihadiri oleh
Ketua PMII (mussolli)
ketua PMKRI edwaldus D. Sukardi
Ketua GMNI rival aqma riyanda
Ketua HIKMABUDHI lucyana yulia
Ketua GMKI kalev elevansi
Selanjutnya menurut Salah Satu ketua penyampaian Konpers, “Kondisi Kalimantan Barat belakang ini dilanda beberapa indikasi yang dapat menimbulkan Gejolak konflik. padahal selama ini Kalimantan Barat sudah merasakan kedamaian dalam keberagaman,harapan Kami tetap kita pertahankan untuk keutuhan NKRI. Kota Pontianak menjadi wajah dominan Kalimantan Barat secara keseluruhan, Oleh karena itu kita kelompok Cipayung plus Kota Pontianak yang tergabung di dalamnya sepakat menjaga keamanan dan ketentraman,ujarnya.
Perhimpunan mahasiswa Katolik Republik Indonesia PMKRI.
Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia PMII.
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia GMNI.
Gerakan mahasiswa Kristen Indonesia GMKI.
Himpunan Mahasiswa buddhis Indonesia HIKMAHBUDHI
Menyatakan sikap.
1. menghimbau seluruh elemen masyarakat Kalimantan Barat agar tidak mudah mengemas opini publik yang berkembang di media sosial yang mengarah kepada konflik horizontal
2.Meminta stakeholder pemerintah provinsi tokoh masyarakat tokoh keagamaan pihak keamanan untuk mengambil tindakan konkrit untuk menjaga stabilitas kehidupan sosial masyarakat Kalimantan Barat.
3 Mempertegas serta memperkuat kembali empat pilar kebangsaan Pancasila undang-undang dasar 1945 kebhinekaan Tunggal Ika NKRI
Langkah kongkrit yang akan diambil oleh kelompok cipayung akan mendatangi para tokoh di wilayah Pontianak untuk menanyakan stabilitas keamanan di pontinak khusus nya di Kalimantan Barat seperti pihak kepolisian,Fkub dan tokoh masyarakat yang ada di kota Pontianak ini.
Kami juga mengimbau kepada kader-kader kami tidak ada kader satupun yang turun di tanggal 20 Mei tersebut kami sudah mengkaji lebih jauh jika ada aksi-aksi tersebut maka akan ada aksi balasan dan itu tidak kunjung terselesaikan permasalahan tersebut.
(Dri)

Post a Comment