Header Ads

Bulog Sub Divre Jombang–Mojokerto target serap gabah petani 50 ribu ton

LensaIndonesia.com
Bulog Sub Divre Jombang–Mojokerto target serap gabah petani 50 ribu ton
Kepala Bulog Sub Divre Surabaya Selatan wilayah Jombang – Mojokerto, Arsyad. Foto: Obi-lensaindonesia.com

LENSAINDONESIA.COM: Bulog Sub Divre Surabaya Selatan menargetkan serapan gabah petani lokal di Kabupaten Jombang dan Mojokerto pada 2017 hingga 50 ribu ton.

Sampai bulan Mei ini saja sudah menyerap 37 ribu ton. Sehingga sisa delapan bulan atau dua kali panen raya Bulog Sub Divre Surabaya Selatan masih membutuhkan 13 Ribu ton lagi dalam penyerapan gabah petani.

Selain menargetkan serapan gabah petani yang lumayan cukup banyak. Bulog Sub Divre Surabaya Selatan juga memastikan kebutuhan pokok terutama beras hingga bulan Ramadhan terbilang masih pada angka cukup aman.

“Tidak ada kendala penyerapan gabah petani dan stok beras selama bulan ramadhan masih aman,” kata Kepala Bulog Sub Divre Surabaya Selatan wilayah Jombang – Mojokerto, Arsyad di Jombang, Rabu (03/05/2017).

Menurutnya, upaya penyerapan gabah ini akan terus dilakukan bersama elemen pemerintah lainnya.” Stok beras yang dimiliki oleh Bulog saat ini masih cukup aman yakni mencapai 37.000 ton dari target 50.000 ton. Dengan jumlah ketersediaan ini dapat menjamin kebutuhan masyarakat hingga tahun 2018 nanti, karena stok masih lebih dari cukup,” terangnya kepada lensaindonesia.com.

Sementara untuk menjamin keberlangsungan penyerapan dan ketersediaan pangan ke depan, Arsyad menambahkan jika dalam kebijakan ini ada sejumlah terobosan bersama yang melibatkan unsur lain. Akan tetapi, penyerapan ini tetap berdasar pada aturan yakni mengacu pada Inpres nomor 5 tahun 2015.

“Dalam realisasinya, kita bekerjasama dengan elemen TNI, Dinas Pertanian sekaligus Gapoktan,” jelasnya.

Tentunya dalam penyerapan gabah berpatokan pada standar sesuai Inpres nomor 5 tahun 2015 yakni standar gabah kering panen (GKP) seharga Rp 3.700 per kilogram, ditetapkan dengan kadar air 25 persen, hampa kotoran 3 persen. Sedangkan gabah kering giling (GKG) kadar air 14 persen dan hampa kotoran 3 persen dibeli Rp 4.650 per kilogram. Untuk beras kualitas medium kadar air 14 persen, broken (pecah) 20 persen, menir 2 persen diserap seharga Rp 7.300 per kilogram.

“Tidak hanya pada satu jenis saja, selain beras masih ada komoditi lain seperti gula juga tersedia hingga saat ini mencapai 6.000 ton, dan kemungkinan akan datang kembali sebesar 8.000 ton. Sehingga untuk kebutuhan selama bulan ramadhan masih cukup aman,” pungkasnya.@Obi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.