Tiga Pola Bantuan Pemprov Jatim Untuk Korban Longsor: Jadup, Santunan dan Bangunkan Rumah

Surabaya – Tiga pola bantuan disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk penanganan bencana longsor di Ponorogo. Yakni jaminan hidup (Jadup) bagi para pengungsi, pemberian santunan kepada ahli waris korban yang meninggal, dan membangunkan rumah bagi warga yang rumahnya hancur tertimpa longsoran.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat jumpa pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, kamis (13/4).
Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim mengatakan, jadup akan diberikan bagi para pengungsi yang terbagi dalam dua kriteria. Pertama, bagi pengungsi yang terdampak langsung diberikan jadup sebesar Rp. 900 ribu selama 6 bulan. Jumlahnya mencapai 108 orang atau sebanyak 36 KK.
“Total bantuan untuk pengungsi terdampak langsung sebesar Rp. 583 juta” katanya.
Kriteria kedua, jadup sebesar Rp. 900 ribu selama 3 bulan akan diberikan kepada 220 orang pengungsi yang tidak terdampak langsung atau mengalami trauma. Jika dirupiahkan, jumlahnya mencapai Rp. 594 juta.
Selain jadup, pemerintah juga aka memberikan santunan sebesar Rp 10 Juta untuk para ahli waris korban. Adapun korban meninggal berdasarkan data terakhir sebanyak 28 orang. “Ini bantuan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk perhatian sekaligus empati kami terhadap para korban” tegasnya.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga akan membangunkan rumah bagi warga yang rumahnya hancur tertimpa longsoran. Mekanismenya, tanah untuk relokasi rumah tersebut akan disiapkan Pemkab Ponorogo, kemudian pembangunan rumah akan ditanggung oleh Pemprov.
Masih menurut Pakde Karwo, akan rumah yang dibangun bagi 36 KK berukuran 8×6 meter. Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan rumah tersebut sekitar Rp. 3 milyar. Setelah tanah disiapkan oleh bupati, pembangunan rumah akan menggandeng pihak TNI.
Lebih lanjut Pakde Karwo mengatakan, dirinya sudah melakukan MoU dengan Pangdam dimana pembangunan rumah tersebut bisa selesai dalam 2 minggu setelah lokasinya ditentukan.
“Untuk sementara, dari 36 rumah yang mau dibangun, 24 rumah sudah siap lokasinya. Sedangkan yang 12 masih menunggu kepastian dari bupati terkait lokasinya. Dalam seminggu ini bupati berjanji melaporkan perkembangannnya” pungkasnya. (hms/dn-2)

Post a Comment