Marah besar, Setnov batal lantik Pengurus DPD Partai Golkar Jatim
Ketum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) didampingi Ketua DPD I Partai Golkar Jatim Nyono Suharli saat menghadiri acara Rakerda Golkar Jatim. Acara itu sedianya juga dijadualkan pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Jatim Periode 2016-2021. Sayangnya, pelantikan dibatalkan oleh Setnov karena perolehan suara Golkar jelang Pilkada 2018 menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Foto: Sarifa-lensaindonesiaLENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum DPP Partai Gokar Setya Novanto (Setnov) menunjukkan kemarahannya saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Daerah DPD Partai Golkar Jatim, Minggu (9/4/2017). Salah satu penyebabnya yakni survei Golkar Jatim jelang Pilkada 2018 menunjukkan hasil yang sangat tidak memuaskan dan jauh tertinggal diatas empat parpol di Jatim lainnya.
Setnov membeberkan secara gamblang hasil survei lembaga Indo Barometer, Golkar Jatim berada di posisi kelima. Golkar berada jauh dibawah PKB yang hasilnya sebesar 31 persen, PDIP 29 persen, Partai Gerindra 6 persen, Partai Demokrat 5,8 persen, baru kemudian Golkar 3,4 persen.
“Bagaimana ini Golkar Jatim hanya 3 persen. Saya sudah turun di sebanyak 264 daerah se-Indonesia. Dimana loncatan DPD I (tingkat satu) rata-rata sangat tinggi. Tapi kenapa DPD I Golkar Jatim justru menurun,” ujarnya dihadapan ratusan kader DPD I dan II Golkar se-Jatim di Kantor DPD Golkar Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya.
Karena itu, Setnov membatalkan melakukan Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Jatim yang sedianya dijadualkan dilantik dan disahkan dalam periode kepengurusan 2016-2021. Ketum hanya bersedia membuka Rakerda DPD I Golkar Jatim dan meminta agar segera dibentuk Ketua Harian di DPD I Golkar Jatim.
“Saya tidak akan lantik sebelum ada restrukturisasi. Makanya harus ada ketua harian,” tegas Setnov.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan alasan lain tidak melantik pengurus DPD I Golkar Jatim. Setnov menilai di tingkat DPD II di kabupaten/kota merupakan panglima perang untuk mengangkat suara Partai Golkar, masih ada beberapa DPD II yang bermasalah.
“Ada 4 DPD II yang masih bermasalah. Ini saatnya kalau bangkit dan jaya, maka panglima perangnya adalah DPD II. Saya minta ke Pak Nyono (Ketua DPD Golkar Jatim Nyono Suharli) jangan tanya siapa siapa, langsung datang dan bertanya ke saya masalahnya apa,” paparnya.
Ke depan, Setnov memberikan target agar Golkar Jatim bisa mengejar ketertinggalan dibawah parpol lainnya di Jatim. Ia meminta agar para pengurus segera melakukan langkah langkah untuk menjadikan Partai Golkar di Jatim lebih baik.
“Penurunan ini menjadi kepentingan kita semua. Golkar Jatim targetnya harus naik dari 3,4 persen, mulai berbenah semuanya. Termasuk konsolidasi hingga tingkat desa/ kelurahan,” cetusnya.
Pria yang juga Ketua DPR RI ini mencontohkan cara menaikkan suara dengan cara menjalankan semua produk dari Presiden Joko Widodo.
“Kita ini partai pendukung pemerintah, dengan menerapkan semua kebijakan pemerintah akan otomatis menambah suara kita kelak dan itu penting,” pungkas dia.
Ditemui di tempat yang sama, Ketua DPD I Partai Golkar Jatim Nyono Suharli menolak dikatakan penyebab kemarahan Setnov karena posisi Partai Golkar berada di posisi kelima yang berimbas tidak dilantiknya pengurus DPD Golkar Jatim.
“Memang Jatim diharapkan serta sebagai penopang. Bukan marah, gayanya gaya seorang bapak, ketua umum kami. Hal ini wajar agar bisa diterima saya dan kader saya. Kalau mobil sekarang 60 km/jam harus jadi 120 km/jam apalagi Pilkada 2018 kurang berapa bulan,” dalih Nyono yang juga Bupati Jombang ini.
Ditambahkan, teguran Ketum ini, kata Nyono sangat penting dilakukan karena Jatim merupakan barometer dalam pergelaran Pilkada 2018 mendatang.
“Memang diharapkan Jatim menjadi penopang Golkar dalam Pemilu secara nasional,” ucapnya.
Ia juga mengelak bahwa tugas sebagai Bupati Jombang telah mengganggu konsentrasinya karena merangkap menjadi Ketua DPD Partai Golkar Jatim, sehingga mengabaikan partai dan tak maksimal dalam bekerja.
Nyono pun menuding hasil survei satu lembaga tidak cukup menjadi patokan untuk mengetahui kondisi yang sesungguhnya di lapangan. Ia pun meminta agar survei dilakukan minimal dua lembaga.
Meski demikian, Nyono mendukung keinginan Setnov agar ada ketua harian di DPD I Partai Golkar Jatim. Dengan adanya ketua harian akan membantu ketua DPD dalam menjalankan tugasnya.
“Saya senang ada ketua harian. Tapi komando tetap ada pada saya. Mudah-mudahan dengan arahan ini bisa cepat terlaksana. Terpenting tidak ada dua matahari,” tukasnya.@sarifa

Post a Comment