Elektabilitas bersaing ketat, swing voters jadi kunci kemenangan paslon Pilkada Jakarta
ilustrasiLENSAINDONESIA.COM: Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan Pilkada DKI putaran kedua berlangsung sangat ketat hingga pencoblosan. Apalagi, elektabilitas kedua pasangan calon sama-sama besar untuk bisa memenangi kursi empuk Gubernur Jakarta.
“Jadi kalau dilihat peluang masih dimiliki kedua kubu, ” kata Emrus kepada LICOM, Jumat (14/4/2017).
Dia menyebutkan jika saat ini belum ada satu pasangan yang mendominasi suara warga Jakarta. Dengan demikian, dia memprediksi kemenangan calon pasangan akan ditentukan dengan para swing voters yang suaranya belum mantap memilih.
“Walaupun ada peluang mereka untuk memenangi dalam perebutan kursi di Pilkada DKI , tapi kalau dilihat dari hasil debat Ahok-Djarot akan menarik swing voters,” jelasnya.
Adapun materi debat Anies-Sandiaga kemarin dianggap belum teraplikasi. Namun, penyampaiannya memang sangat mengesankan. “Tapi saya akui jika pandangan mereka itu belum operasional sekali karena mereka pendatang baru,” ungkapnya.@agus_irawan

Post a Comment