Header Ads

Dispertan Kota Malang siap suport BI tekan inflasi

LensaIndonesia.com
Dispertan Kota Malang siap suport BI tekan inflasi
Kepala Dinas Pertanian Kota Malang, Indri Ardoyo. Foto: Aji-lensaindonesia.com

LENSAINDONESIA.COM: Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Malang mengaku siap mensuport Bank Indonesia (BI) untuk menekan inflasi. ‎

Pengakuan tersebut diungkapkan Kepala Dispertan Kota Malang, Indri Ardoyo, Jumat (07/04/2017).

“Demi menekan inflasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kami siap mendukung. Bahkan, kami mensuport program urban farming yang digagas BI Malang itu,” papar Indri Ardoyo.

Sebagaimana diketahui, BI Malang bersama PKK Kota Malang melaksanakan program urban farming (pertanian perkotaan). Kerja sama yang dilakukan demi menekan inflasi lewat penanaman lombok secara massal itu didukung Bagian Perekonomian Pemkot Malang dan Dinas Pertanian.

Menurut Indri Ardoyo program urban farming lewat penanaman lombok. Secara masaal itu sangat bagus. Alasannya, selama ini lombok selalu menjadi salah satu pemicu inflasi yang sangat signifikan.

Itu terjadi, kata dia, karena lombok pada akhir dan awal-awal t‎ahun selalu langka. Penyebabnya, produksi lombok pada bulan_bulan di akhir dan awal tahun menurut.

“Masalahnya cuaca sering ekstrim saat-saat itu.‎ Tanaman lombok rusak atau hasil panennya busuk. Akibatnya lombok langka dan harganya mahal,” papar dia.

Agar tidak menjadi masalah rutin setiap tahun, kata dia, perlu diantisipasi. Caranya lewat urban farming itu.

Teknisnya, kata dia, Dispertan Kota Malang menyiapkan sekitar 16 ribu polibag bibit lombok. Bibit-bibit itu diserahkan ke kelompok-kelompok masyarakat, terutama PKK di tiap kecamatan atau kelurahan.

Mereka, kata dia, diharapkan menanam lombok-lombok itu di pekarangannya atau di tempat tertentu‎ secara massal. Harapannya, agar tanaman lombok itu bisa dipanen setiap saat. Terutama pada akhir tahun atau awal-awal tahun.

“Untuk saat ini yang dijadikan pilot project Kecamatan Kedungkandang. Setelah itu bergilir ke kecamatan lainnya,” papar dia.

Untuk mensuport program tersebut diakui Indri bila Dispertan sempat kebingungan. Terutama untuk pengadaan bibit.

“Namun sudah bisa diatasi, karena kami mensiasati lewati pengurangan anggaran di pos-pos tertentu. Selain itu kami nanti akan mengajukan lewat PAK,” tandanya. @aji_dewa_roisky

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.