Header Ads

Demi Menuntut Ilmu, Siswa Ini Lewati Medan Berat

deliknews.com
Demi Menuntut Ilmu, Siswa Ini Lewati Medan Berat

SEKADAU – Sabtu (8/4). Jalan setapak di hutan dan kebun karet hingga melewati sungai kecil menjadi setiap hari dilalui para siswa untuk menuju SD Negeri 20 Nanga Semalam. Pagi itu, anak-anak dari Dusun Enteras, Desa Sungai Ayak II mengenakan pakaian bebas, kaos dan celana pendek.

Tampak anak-anak itu, ada yang membawa parang ada pula yang membawa ember dan ada pula dengan tangan kosong baru saja pulang dari sekolahnya. Para siswa itu hanya melaksanakan kerja bakti dan pulang lebih awal dari biasanya.

Seperti biasa pula, dengan tenaga kecilnya anak-anak tersebut berusaha memanjat tititan yang dibuat seadanya dengan menggunakan kayu. Sebab, wilayah tersebut dipisahkan oleh sungai kecil dan jarak yang ditempuh anak-anak itu cukup jauh. Seolah-seolah sudah terbiasa kaki-kaki kecil itu melangkah dengan sigap.

Tanpa rasa takut terjatuh atau tergelincir dari titian yang dibuat dari kayu tersebut. Maklum saja, titian tersebut hanya terbuat dari kayu dan cukup tinggi sebab dibawahnya merupakan sungai kecil.

Usai melintasi titian tersebut tidak sedikit dari mereka yang berlarian menuju rumahnya. Mereka berlari sekencang-kencangnya, bahkan tanpa rasa khawatirnya kesandung dan terjatuh apalagi banyak tunggul-tunggul di jalan yang mereka lalui itu.

Tak jarang pula, semangat mereka pupus karena setibanya sekolah tapi tidak belajar. Apalagi, kondisinya jika hujan turun padahal mereka sudah bersemangat untuk pergi bersekolah.

Seorang siswa bernama Joni (12) yang duduk dibangku kelas III itu menuturkan, setiap harinya memang dirinya dan anak-anak lainnya hanya menggunakan sendal ke sekolah. “Pakai sendal. Guru ndaknyuruh pakai sepatu, di rumah juga ndakada sepatu” kata Joni yang bercita-cita menjadi dokter itu.

“belajar. “Kadang itu juga menjadi faktor anak-anak jadi malas, apalagi kalau hujan,” ungkapnya.

(Yahya)

REKOMENDASI :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.