Akademisi: Kekuatan Petahana Tergantung Wakil
Ambon - Meskipun Pilkada Maluku masih satu tahun lagi, namun para kandidat yang akan maju sebagai calon Gubernur, sudah harus menentukan wakilnya. Apalagi wakil Gubernur adalah penentu kemenangan dalam setiap perhelatan pilkada.
Lazimnya dalam setiap pemilihan, peluang kemenangan sangat ditentukan oleh siapa wakilnya, sebab pengaruh sosok seorang wakil menjadi faktor penentu kemenangan pasangan calon pilkada.
Sampai saat ini, diwacanakan bakal ada tiga figur nyalon gubernur yaitu petahana Said Assagaff, Inspektur IV Jamwas Kejagung Herman Koedoeboen dan Bupati Bursel Tagop S Solissa.
Akademisi Universitas Pattimura, Said Lestaluhu mengungkapkan dari tiga figur yang akan maju dalam Pilkada Maluku 2018, Assagaff berada pada posisi yang diuntungkan, sebab sebagai petahana, Assagaff tentunya masih mempunyai peluang besar untuk mempertahankan kekuasaannya.
“Dari tiga orang figur ini yaitu Pak Assagaff, Tagop dan Herman, semuanya punya potensi untuk memimpin. Tetapi, Assagaff berada dalam posisi yang diuntungkan,” kata Lestaluhu kepada Siwalima di Ambon, Senin (24/4).
Kenapa Assagaff diuntungkan? Menurut Lestaluhu hal itu dilatarbelakangi Assagaff sudah membuktikan kerjanya selama menjadi gubernur, sehingga hal ini tentu menjadi nilai plusbagi Assagaff kembali mempertahankan kekuasaannya.
“Pak Assagaff selama ini sudah bekerja. Jika masyarakat menilai kinerjanya bagus, maka akan menjadi nilai plus baginya,” ujarnya.
Tetapi yang harus dipertimbangkan oleh Assagaff ialah sosok yang tepat untuk mendampinginya dalam Pilkada 2018, sebab hasil dan jerih payah yang dilakukan oleh Ketua DPD Golkar Maluku itu selama memimpin Maluku akan sia-sia apabila salah memilih pendamping.
“Yang perlu diingat, wakil sangat berperan penting dan menjadi penentu kemenangan dalam Pilkada, sehingga, Pak Assagaff harus teliti dan jeli melihat peluang ketersukaan atau tingkat popularitas seorang wakilnya,” jelasnya.
Disisi lain, kata Lestaluhu, Assagaff diperhadapkan dengan lawan-lawan berat seperti Herman Koedoboen. Herman sudah pernah bertarung dengan Assagaff dalam Pilkada 2013 lalu, dan mampu meraup suara pada enam kabupaten dan kota.
“Pak Assagaff harus berhati-hati dengan lawan-lawannya. Apalagi Herman. Sosok ini pernah bertarung melawan Assagaff dalam Pilkada 2013 lalu dan meskipun kalah, tetapi penting untuk diingat ialah Herman berhasil memenangkan enam kabupaten/kota,” jelasnya.
Sebaliknya, kata Lestaluhu, dari sudut pandang Herman, pastinya akan berhati-hati menentukan wakilnya, karena lawan yang akan dihadapi pasti memiliki kekuatan besar selaku petahana.
“Kalau dari sudut pandang Pak Herman, tentunya beliau sudah tahu siapa lawannya nanti, sehingga pasti ada perhitungan matang untuk bagaimana memperoleh dukungan, baik dari partai politik maupun merebut basis massa petahana dan lawan-lawan lainnya, “ungkapnya.
Wacana terkait Herman Koedoboen yang berpasangan dengan Abdullah Vanath, diperkirakan menjadi suatu kekuatan yang besar, sehingga diperkirakan bakal menyaingi Assagaff.
“Tetapi apabila Pak Herman dan Vanath benar-benar jadi maju, maka mereka ini juga merupakan lawan yang kuat bagi Assagaff dan pasti akan sangat menarik,” ujarnya.
Herman dan Vanath yang pastinya memiliki pengalaman dalam Pilkada 2013 silam, tentu akan memanfaatkan waktu yang panjang, untuk mengumpulkan dukungan. Apabila kedua tokoh atau figur ini berpasangan, pastinya bukan tidak mungkin keduanya punya kekuatan besar yang bisa mengalahkan Assagaff.
“Kalau sejak awal wacana Herman-Vanath akan terwujud, maka tinggal tim bekerja untuk bagaimana mendapatkan rekomendasi dari partai yang kemudian partai bekerja bersama tim untuk memenangkan keduanya,” ulasnya.
“Pak Herman dan Vanath punya kekuatan, sehingga Assagaff harus berhati-hati memilih wakil. Jika salah langkah maka bukan tidak mungkin posisinya akan terancam,” ungkapnya.
Lestaluhu menambahkan, Assagaff sampai saat ini masih mempertimbangkan nama-nama seperti Zeth Sahuburua, Edwin Huwae, Andreas Rentanubun maupun nama-nama lainnya, namun Assagaff juga harus berfikir untuk bagaimana merebut dukungan setidaknya dari Herman-Vanath.
“Pak Assagaff harus pintar pilih wakil untuk rebut dukungan dari lawannya. Dan begitu juga sebaliknya, Herman-Vanath jika maju akan bisa merebut dukungan dari Assagaff,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Assagaff sebelumnya mengaku telah melakukan survei kepada 16 nama tokoh, yang berpotensi untuk berpasangan dengannya. Namun begitu, dia belum membuka siapa 16 nama tersebut.
Namun sumber yang dekat dengan orang nomor satu di Maluku itu menyebutkan terdapat nama Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, Edwin A Huwae dan Andre Rentanubun dalam survei itu.
Selain itu ada pula nama Ketua Partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa, Anggota DPR Mercy Ch Barends dan Michael Wattimena, serta Walikota Ambon terpilih, Richard Louhenapessy.Assagaff sendiri masih menutup rapat hasil survei terhadap 16 calon wakil gubernur potensial itu. “Untuk saya sajalah. Yang pasti, belum bisa dipublikasikan,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Gubernur, Selasa (4/4) lalu. (S-46)

Post a Comment