Header Ads

Salatalohy Diganjar Sanksi Pembinaan

siwalimanews.com
Salatalohy Diganjar Sanksi Pembinaan

Ambon  - Akibat nyaris adu jotos sesama pimpinan SK­PD, Staf  Ahli Wali­kota Ambon Bidang Pemerintahan Fahmi Salatalohy akhirnnya diberikan saksi pembi­naan.

Sekkot Ambon AG Latu­heru ketika dikonfirmasi Si­walima di ruang kerjanya, Senin (20/3) membenarkan ada kejadian tersebut dan sudah diberikan pembinaan.

“Sudah kita panggil kedua pimpinan SKPD termasuk dengan se­jumlah pimpinan SK­PD yang berada di lo­kasi saat kejadian un­tuk dimintai ketera­ngan dan diselesaikan se­cara bersama. Salatalohy diberikan sanksi berupa pembinaan agar tidak mengulang kembali,” kata Latuheru.

Pemerintah juga jelas Latuheru telah melakukan rapat dengan selu­ruh staf terkait dengan kejadian ini. “Pembi­naan ini dilakukan agar kedepan Salatalohy tidak boleh mengulang kejadian tersebut,” tan­dasnya. 

Sementara itu, praktisi hukum Henry Lusikooy sangat menyesal­kan tindakan ala preman yang di­tunjukan oleh Salatalohy. Apalai selain Staf Ahli Wali­kota Ambon Bidang Pemerintahan, Salatalohy juga menjadi Dosen IAIN Ambon, yang seharusnya menjadi contoh yang baik.

“Pejabat itu bukan segala-gala­nya. Tugas pejabat adalah melayani rakyat tetapi jika bertingkah preman seperti itu lalu masyarakat harus dike­manakan lagi. Salatalohy tak layak menjadi pejabat di pemkot,” tandas Lusikooy, kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Senin (20/3).

Ia meminta agar Sekkot serius mengevaluasi dan menertibkan Salatalohy yang telah merusak citra pejabat di jajaran Pemkot Ambon ini.

“Tingkah dan ulah Salatalohy telah merusak citra pejabat di jajaran pemkot sehingga harus dievaluasi dan ditertibkan, bila perlu nantinya menjadi pertimbangan untuk tak diberikan jabatan lagi kepada dirinya,” ungkapnya.  

Sebelumnya diberitakan, Salata­lohy berulah dengan mengajak Kadis Perhubungan Pieter Saimima berkelahi usai apel pagi di Balai Kota Ambon, Jumat (17/3).

Informasi yang berhasil dihimpun Siwalima di Balai Kota Ambon, Ju­mat (17/3),  terungkap sejumlah pimpinan SKPD sementara asyik ngobrol usai apel disamping pintu masuk kantor walikota.

Tiba-tiba datanglah Salatalohy dan mengajak Saimima berkelahi. Ia juga sempat menuding Saimima yang menggagalkannya menjadi Asisten I Sekkot dengan melaporkannya ke Caretaker Walikota FJ Papilaya.

Saimima pun sempat membalas tudingan tersebut dengan menyata­kan dirinya bukan siapa-siapa sehi­ngga mempengaruhi keputusan walikota.

Namun lagi-lagi Salatalohy terus mengajak Saimima berkelahi. Sai­mima tak terpancing dengan per­buatan Salatalohy. Sejumlah pimpi­nan SKPD seperti Kadis PUPR Brury Nanulaita, Kepala Bapekkot dan Litbang Dominggus Matula­pelwa, Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Denny Lili­pory langsung melerai dan meng­amankan Salatalohy.

Kejadian ini berlangsung cepat sehingga banyak pegawai di lingkup Pemkot Ambon tidak mengetahui, namun menjadi buah bibir di balai Kota Ambon kalau ternyata ada ASN yang bertindak seperti preman. (S-39)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.