Penerima SATU Awards akan peroleh dana apresiasi Rp60 juta
Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas (kedua kanan) bersama Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI Tahun 2010-2012 sekaligus Juri Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards Fasli Jalal (ketiga kanan), Head of Environment & Social Responsibility Astra International Riza Deliansyah (kiri), Head of Public Relations Astra International Yulian Warman (kedua kiri), Deputy Head of Public Relations Astra International Boy Kelana Soebroto (kanan) serta Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards tahun 2015 Risna Hasanudin (tengah) & tahun 2016 Ichsan Rusydi (ketiga kiri) berbincang / mengibarkan bendera merah putih pada acara Kick off SATU Indonesia Awards 2017 di Jakarta (20/3).
LENSAINDONESIA.COM: PT Astra International Tbk (Astra) untuk ke-8 kalinya kembali memulai program Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards.
Dibuka pada Senin (20/3/2017) di Jakarta, bincang inspiratif SATU Indonesia Awards (SIA) menghadirkan Fasli Jalal, salah satu dewan juri SIA yang merupakan Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI 2010-2012 sekaligus Guru Besar Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta. Mewakili bagian timur Indonesia, hadir Risna Hasanuddin dari Papua, penerima apresiasi SIA kategori Pendidikan tahun 2015, serta Ichsan Rusydi dari ujung barat Indonesia, serambi Mekkah Aceh, penerima apresiasi SIA kategori kelompok tahun 2016.
Dalam siaran persnya, Astra menyadari bahwa masih banyak pemuda-pemuda di pelosok Nusantara yang selalu mendedikasikan dirinya dalam berkontribusi positif dan meningkatkan kualitas masyarakat di sekitar mereka. Mulai tahun ini, akan diadakan seleksi tingkat provinsi yang juga akan menerima dana apresiasi. Sementara itu, untuk penerima apresiasi tingkat nasional, masing-masing kategori akan mendapatkan dana bantuan sebesar Rp60 juta dan pembinaan kegiatan.
Program tahunan SATU Indonesia Awards diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda untuk mencari pemuda-pemudi terpilih Indonesia yang telah memberdayakan serta menggerakkan masyarakat daerah tempat tinggalnya.
Kegiatan yang dapat didaftarkan dalam program ini adalah kegiatan yang dapat membantu dan mengusahakan orang lain agar bisa menjadi mandiri, dengan memberikan solusi, cara atau alat, bukan sekadar memberikan sumbangan atau donasi yang berdampak sementara. Juga dapat berupa pelatihan keterampilan sekelompok orang, komunitas atau masyarakat yang kurang beruntung, sehingga mereka punya keahlian dan dapat hidup mandiri.
Dewan juri SATU Indonesia Awards 2017 terdiri dari Prof. Emil Salim (Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana Universitas Indonesia), Prof. Nila Moeloek (Menteri Kesehatan Republik Indonesia), Prof. Fasli Jalal (Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI 2010-2012 dan Guru Besar Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta), Ir. Tri Mumpuni (Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) dan Onno W. Purbo Ph.D. (Pakar Teknologi Informasi).
Seluruh masyarakat Indonesia yang mengetahui keberadaan dari para pemuda yang memiliki kriteria di atas dapat ikut terlibat dengan merekomendasikan dan mendaftarkan calon peserta mulai dari tanggal 20 Maret 2017 – 10 Agustus 2017.@licom

Post a Comment