Pelayanan Kependudukan di Bekasi Molor, Pungli di Tambun Utara Marak
BEKASI, AMUNISINEWS.COM-Pelayanan satu atap yang sedang digalakan oleh pemerintah dengan tujuan memberikan pelayanan gratis dan cepat nampaknya jauh dari kenyataan.
Bobroknya pelayanan kependudukan di Kantor Dinas Kependudukan Bekasi sangat bertentangan dengan motto Jokowi (Presiden RI) yang katanya mengedepankan profesionalisme.
Seorang Rt Perumahan Villa Gading Harapan V, Tambun Utara,Bekasi Jawa Barat mengaku kesal dengan pelayanan kependudukan di Pemerintah daerah Bekasi, pasalnya, pelayanan gratis yang didengung – dengungkan oleh pemerintah bagaikan mimpi saja.
“Tidak ada pelayanan gratis, saya mengurus surat pindah (cabut berkas dari Jakarta ke Bekasi di kecamatan Tambun Utara dikenakan Rp: 30.000,-, padahal hanya stempel dan tanda tangan Camat, yang ingin saya tanyakan adalah: kemana uang hasil pungli itu,” katanya.
“Tidak hanya masalah pungli, saat saya antri di loket kependudukan ternyata satu orang hanya boleh bawa satu berkas, sontak saya kaget campur kesal, karena selaku Rt, tidak mungkin saya bawa satu berkas, karena semua urusan kependudukan pastilah minta diurusin oleh saya, belum hilang rasa kekecewaan saya, ditambah lagi dengan informasi bahwa: Kartu Keluarga yang saya urus (registrasi), Jumat (10/03) baru akan selesai akhir bulan nannti tanggal 30 – Maret,” ungkap Ketua Rt 13/12.
“Padahal, saya lihat sendiri calo kependudukan di sini (di loket pelayanan kependudukan Pemda Bekasi) menyerahkan puluhan berkas ke loket setelah antrian habis, Bupati Bekasi Neneng Hasanah harus memecat Kepala Dinas Kependudukan yang membiarkan calo berkeliaran dan membiarkan pelayanan kependudukan molor,” tandas Rt tersebut.(ruk)
(Visited 4 times, 4 visits today)


Post a Comment