Header Ads

Mandi di Pantai Saat Mabuk, Warga Passo Tewas

siwalimanews.com
Mandi di Pantai Saat Mabuk, Warga Passo Tewas

Ambon - Warga Passo, Kecama­tan Baguala, Kota Ambon, Reymon Alberth Sahertian (48) tewas saat mandi di pantai dalam kondisi mabuk.

Peristiwa tersebut ter­jadi di Pantai Passo, di be­lakang somel milik Stevi Rinsampessy, Kamis (2/3) sekitar pukul 18.35 WIT.

Kasubbag Humas Pol­res Pulau Ambon dan Pp. Lease, Iptu N Anakotta kepada wartawan di ruang kerjanya Jumat (3/3), men­jelaskan, kejadian berawal ketika korban mengkon­sumsi miras jenis sopi bersama empat temannya.

Usai mengkonsumsi mi­ras, korban bersama de­ngan tiga temannya menu­ju ke arah pantai dengan tujuan untuk mandi.

“Berdasarkan keterangan saksi Yopi Latupeirisa saat mereka se­mentara minum datang istrinya untuk mandi di pantai. Setelah mi­num saksi bersama korban dan teman lainya menyusul istri saksi dengan tujuan mandi di pantai,” jelas Anakotta.

Salah satu rekan korban, Yales Persunay (48) sempat menolak aja­kan korban. Ia beralasan baru selesai mengkonsumsi miras dan kondisi tubuh lagi panas. Yales memilih pulang ke rumah.

Sebelum berenang, PNS pada Kan­tor Camat Salahutu ini mela­kukan gerakan salto di tepi pantai. Salto kedua yang membuat korban tak sadarkan diri.

“Usai salto pertama, korban sem­pat bertanya kepada teman-teman­nya, dong bisa lari salto ka seng. Tetapi rekan-rekannya berkata tidak bisa dan korban kembali melakukan salto dengan berlari dan salto hingga masuk ke air,” ungkap Anakotta.

Beberapa menit setelah salto, rekannya melihat korban dalam keadaan tengkurap dan tidak bergerak. Ia kemudian mendekat dan langsung membalikan wajah korban.

“Saksi kaget melihat korban tidak bergerak, saksi langsung mengham­piri korban untuk membalikan ba­dannya, saat membalikan ternyata korban tidak sadarkan diri dengan busa putih yang keluar dari dalam mulutnya,” jelas Anakotta.

Ia kemudian memanggil rekannya yang lain untuk membantu meng­evakuasi korban ke tepi pantai untuk memberikan pertolongan dan mencari bantuan untuk membawa korban ke rumah sakit.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Otto Kyuk. Korban kemudian ditangani dokter Yongky Stevanus. Menurut dokter saat tiba di rumah sakit, denyut nadi korban masih bergerak.

“Tiba di RS korban masih me­nunjukan tanda-tanda kehidupan dengan adanya denyut nadi, tetapi itu tidak bertahan lama denyut nadi kem­bali hilang sehingga korban dinya­takan meninggal,” ungkap Anakotta.

Setelah mendapat laporan, anggota Polisi Polsek Baguala menuju TKP dan ke rumah sakit. Saat diminta untuk melakukan visum, keluarga menolak dan mengiklaskan kematian korban, sehi­ngga penyelidikan dihentikan. (S-45)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.