Header Ads

Kudis, Menularkah?

Amunisi News
Kudis, Menularkah?

RUBRIK KESEHATAN

Copy (2) of dr Marrietta Sugiarti Sadeli

Oleh: dr. Marrietta Sugiarti Sadeli

KUDIS atau yang dalam bahasa medis disebut scabies, adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabiei (tungau). Tungau tersebut hidup di kulit manusia dengan cara berkembang biak, bertelur dan membuat terowongan di dalam kulit yang terkena. Tungau dapat tetap hidup di luar tubuh manusia selama 24 – 36 jam. Tungau dapat membuat gejala setelah paparan terhadap tungau selama 4 – 6 minggu.

Kudis memiliki karakteristik gatal yang khas yaitu malam hari, dikarenakan pada malam hari aktivitas tungau lebih tinggi. Kudis dapat mengenai seluruh tubuh tetapi tungau lebih menyukai bagian kulit yang tipis, seperti sela-sela jari tangan, pergelangan tangan, lipat ketiak bagian depan, sekitar puting perempuan, pusar, bokong, lipat paha dan alat kelamin.
– 4 tanda kardinal pada kudis, antara lain
– Gatal pada malam hari
– Terjadi pada sekelompok orang yang tinggal seperti di asrama atau lingkungan padat

Ditemukan terowongan (berwarna putih atau abu-abu, bentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm) yang berada di bagian kulit yang sering terkena

Ditemukan parasit Sarcop-tes scabiei

Seseorang dinyatakan pasti kudis apabila terdapat 2 dari 4 tanda kardinal di atas.

Kudis adalah salah satu penyakit kulit yang sangat menular, cara penularannya dibagi menjadi :

Kontak langsung, yaitu kontak kulit yang terkena dengan kulit. Misalnya berjabat tangan, tidur bersama dan hubungan intim

Kontak tidak langsung, yaitu melalui benda. Misalnya pakaian, handuk, seprai, bantal, dll

Pencegahan penyakit kudis memerlukan adanya edukasi tentang penyakit, perjalanan penyakit, penularan, menjaga kebersihan pribadi, dan pengobatan yang baik dan benar.

Prinsip pengobatan kudis ada-lah seluruh anggota keluarga harus diobati tanpa kecuali termasuk yang tidak ada gejala).

Obat oles yang diberikan pada umumnya mengandung, masing – masing:
* Belerang
* Benzil benzoas
* Gameksan
* Krotamiton
* Permetrin

Tata cara penggunaan obat oles harus tepat agar kudis dapat diobati secara tuntas. Rantai penularan satu dengan lainya harus diputus dengan cara membersihkan pakaian, handuk, seprai, bantal, dan barang-barang yang digunakan bersama dicuci dengan air suhu panas, sehingga tungau mati.

Apabila terjadi infeksi tambahan oleh bakteri dan gejala belum membaik, segera periksakan diri ke dokter.-

SARIAWAN.,?

SARIAWAN dalam istilah medis disebut stomatitis, yang berarti adanya peradangan dalam rongga mulut. Sariawan dapat membuat penderita terganggu saat makan, bicara, dan bahkan saat tidur. Sariawan dapat terjadi di bagian mana saja dalam mulut, termasuk pada pipi bagian dalam, bibir, gusi, lidah, dan langit-langit.

Gejala Sariawan
* Luka berwarna putih
* Sensasi terbakar
* Rasa sakit saat mengunyah dan atau menelan n Rasa tidak  nyaman di dalam mulut

Penyebab-penyebab Sariawan

Sariawan Aphtous

Penyebabnya antara lain seperti infeksi bakteri atau virus, konsumsi obat-obatan tertentu, kekurangan tidur, trauma pada mulut, penurunan berat badan yang mendadak, dan makanan tertentu. Sariawan ini juga dapat disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menurun akibat penyakit pilek atau flu, perubahan hormonal, atau kekurangan vitamin B12 dan asam folat.

Sariawan Herpes simplex

Penyebabnya adalah virus herpes simpleks tipe 1. Tidak seperti sariawan aphtous, sariawan ini dapat menular. Infeksi awal mungkin gejalanya mirip dengan pilek atau flu. Setelah seseorang terinfeksi, virus akan tetap berada dalam tu-buh dan akan menjadi aktif ketika daya tahan tubuh turun seperti saat stres dan infeksi lain. Ketika luka sariawan muncul kembali, lokasinya akan cenderung sama. Selain dapat menular ke orang lain, virus ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti pada mata atau alat kelamin dengan istilah yang sama pula yaitu herpes simpleks.

Sariawan Iritasi

Iritasi pada mulut dapat disebabkan oleh beberapa faktor seba-gai berikut: – Tergigitnya pipi, lidah, atau bibir – Pemakaian kawat gigi atau peralatan gigi lain yang tajam, dan gigi yang patah.

– Penyakit gusi atau infeksi mulut lainnya
– Makanan atau minuman yang panas
– Mengunyah tembakau
– Alergi terhadap hal-hal tertentu, seperti makanan atau obat-obatan
– Penyakit autoimun yang mempengaruhi lapisan mulut, seperti penyakit lupus, dll
– Konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat kemoterapi, antibiotik, atau obat epilepsi
– Paparan radiasi pada pengobatan kanker

Pengobatan Sariawan

Pengobatan sariawan yang tepat harus sesuai dengan penye-babnya. Pengobatan yang umum-nya dilakukan adalah dengan obat-obatan penghilang gejala sariawan. Obat ini biasanya dapat digunakan dalam bentuk gel, krim, obat kumur, serta tablet.

Pencegahan Sariawan

Setelah mengetahui penyebab sariawan, sariawan akan dapat dicegah dengan lebih mudah. Di antaranya adalah dengan menjaga kebersihan mulut (misalnya rajin sikat gigi dan berkumur), menjaga kebersihan gigi palsu yang digunakan, serta berhenti merokok. Selain itu, merawat dan memeriksakan kondisi mulut serta gigi secara teratur ke dokter gigi juga dapat membantu menurunkan risiko munculnya sariawan.-

Semoga bermanfaat.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.