Kembali ke Laut Untuk Meraih Kejayaan
Asril HanzahJAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Nenek moyang kita telah membuktikan, bahwa bangsa Indonesia pernah berjaya pada masa lalu, karena dalam membangun bangsa ini selalu berorentasi ke laut. Untuk itu, kalau bangsa Indonesia mau meraih kejayaan kembali seperti pendahulunya musti harus menjadi jati dirinya sendiri sebagai bangsa bahari, karena potensi bangsa Indonesia terbesarnya memang ada di laut.
Mayjen TNI H. Asril Hamzah Tanjung S.ip, politikus Gerindra Wakil Ketua Komisi I, daerah pemilihan DKI mengatakan, Indonesia harus mulai menggarap dan mengembangkan potensi ekonomi lautnya, karena bangsa ini potensi terbesarnya berada di laut. Untuk tahap pertama dalam mengembangkan potensi laut kita, perlu menggarap basik ekonomi yang paling dasar yaitu mengembangkan perikanan yang langsung bersentuhan dengan rakyat, sehingga ekomomi rakyat yang tinggal di seluruh laut Indonesia bisa berkembang.
Untuk jangka panjangnya dalam membangun potensi ekonomi kalautan, memang harus dilakukan secara terpadu, misalnya potensi pariwisata, sumber daya alam di bawah laut dan yang lain. Bila kita mampu mengintegrasikan pembangunan potensi ekonomi kelautan Indonesia, maka semua potensi laut kita bisa memberi kontribusi yang besar terhadap kesejahteraan rakyat.
“Ekomomi yang kuat tidak akan menjamin kemakmuran rakyatnya tanpa pertahanan keamana yang kuat pula. Ekonomi dan pertahanan bagai sekeping mata uang, dimana salah satunya tidak bisa dipisahkan. Untuk menjadi negara yang kuat musti kuat secara ekonomi dan kuat pertahananya,” tegas Asril Hamzah Tanjung, di komplek Parlemen, Rabu (23/03/2017).
Dia memaparkan dengan wilayah laut yang begitu luas indonesia masih perlu mengembangkan
Angkatan lautnya baik dari sisi kualitas maupun kuwantitasnya. Untuk membuat pertahan yang ideal memang sangat di butuhkan anggaran yang besar. Di sinilah persoalan yang muncul, di satu sisi ingin memiliki sistem pertahan yang ideal tapi di sisi lain anggaran yang diberikan pemerintah masih belum mencukupi. Idealnya anggaran pertahanan musti 1,5 % dari PDB, tapi pemerintsh baru sanggup memberi anggaran di kementerian pertahanan seratus triliun dari anggaran yang diajukan kementeri pertahanan tahun 2017 sebesar dua ratus triliun.
Dengan luas wilayak yang luas yang di dalamnya di huni 250 juta jiwa, idealnya Indonesia memiliki TNI 3 juta personil untuk mengamankan wilayah yang luas itu. Tapi harapan dan kenyataan memang masih jauh, dimana mustinya sudah memilki 3 juta TNI, tapi hari ini baru memilki kira-kira 500 ribu personil.
Semua lembaga yang berhubungan dengan laut harus terintegrasi dengan baik seperti menko kemaritiman, kementeruan kelautan, Badan Keamanan Laut, angkatan laut dan lembaga lain yang ada hubunganya dengan masalah kelautan. Dengan terintegrasinya semua lembaga yang berkaitan dengan laut dengan baik, maka indonesia akan mampu menyelamatkan kekayaan lautnya.
Untuk menjaga pembangunan nasional dan kepemimpinan nasional yang berkelanjutan, perlu di siapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter, dan memahami pilar-pilar negara yaitu: Pancasila,UUD 45, NKRI,dan Bhineka Tunggal Ika.
H. Asril Hamzah Tanjung berkeyakinan, kalaubangsa Indonesia mampu mengelola potensi lautnya, dan rakyatnya mampu mengimplementasikan pilar-pilar negara, maka Indonesia akan menjadi negara besar. Bukan hanya akan menjadi negara besar, tetapi Indonesia berpotensi menjadi trensenter peradaban dunia, dan pada akirnya layak menjadi pemimpin dunia yang mampu mengubah tata dunia yang makmur, berkeadilan dan beradab. (Budi S)
(Visited 1 times, 1 visits today)

Post a Comment