Heboh foto Pramuka makan nasi beralaskan tanah, ini penjelasan Adhyaksa Dault
Akun instagram Adhyaksa Dault menjelaskan mengenai foto anggota Pramuka makan nasi diatas tanah. (INSTAGRAM) LENSAINDONESIA.COM: Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menyesalkan beredarnya foto anggota Pramuka tengah makan nasi beralaskan tanah. Lalu apa penjelasannya Adhyaksa?
Adhyaksa memberikan penejlasan bahwa makan nasi di beralaskan tanah bukanlah bagian dari pendidikan dan pembinaan di Gerakan Pramuka. “Saya sangat menyayangkan ini. Saya pastikan bahwa pembina kegiatan tersebut belum mengikuti atau memenuhi kualifikasi pelatih dan pembina Pramuka,” katanya Sabtu (25/3/2017).
Dia menambahkan jika seluruh kegiatan Pramuka sangat mendidik, menggembirakan, menginspirasi serta menyenangkan, menguatkan persaudaraan anggotanya.
Adhyaksa juga sudah meminta kepada para pengurus yang ada di bawahnya untuk menegur panitia pelaksanaan pelatihan tersebut dan dilakukan pembinaan. “Kita akan selesaikan ini dengan sebaik-baiknya. Paling lambat Senin, 27 Maret 2017, masalah ini sudah jelas duduk perkaranya dan selesai,” ujarnya.
Meski sudah ada penjelasan dari Adhyaksa, toh tak urung banyak yang mengkritik model pembinaan yang terjadi di PRamuka saat ini.
Sejumlah netizen menyayangkan aksi tersebut. @videlis_23 mengatakan “Dengan salah ajar seperti itu, mungkinkah pramuka bisa di andalkan di masa depan?”
“Waduh.. itu namanya pembinasaan.. itu dimana.. pembinanya suruh belajar jd pembina yg bener dl.. pembina itu hrs jadi pamomong, ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani,” kata akun @winantomeiji.
Assalamualaikum Wr.Wb. Salam Pramuka.
Pagi ini (25/03/2017) di grup wa, saya menerima foto beberapa Pramuka makan bersama di suatu tempat, namun nasinya ditaruh di rumput tanpa alas. Saya cek, foto tersebut sudah menyebar di media sosial, dan mendapatkan kritik keras bahkan kecaman dari anggota Gerakan Pramuka.
Saya tegaskan ini bukan bagian dari pendidikan dan pembinaan di Gerakan Pramuka, saya sangat menyayangkan ini. Saya pastikan bahwa pembina kegiatan tersebut belum mengikuti atau memenuhi kualifikasi pelatih dan pembina Pramuka. Sebagai informasi, setiap harinya, ada ribuan kegiatan Gerakan Pramuka dilaksanakan di sekolah-sekolah dan alam terbuka di seluruh Indonesia, dan semua kegiatan Pramuka itu mendidik, menggembirakan, menginspirasi serta menyenangkan, menguatkan persaudaraan anak-anak kita.
Saya sudah berkoordinasi dengan Kak Prof. Dr. Suyatno, M.Pd (Kepala Pusdiklatnas Kwarnas Gerakan Pramuka), Kak Prof. Dr. Ir. S Budi Prayitno, M.Sc (Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Muda), Kak Dr. Susi Yuliati (Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewasa), dll
Saya minta agar Panitia kegiatan tersebut ditegur dan diberikan pembinaan. Kejadian ini harus dijadikan pelajaran berharga, dan tidak boleh terulang kembali. Kita akan selesaikan ini dengan sebaik-baiknya. Paling lambat Senin, 27 Maret 2017, masalah ini sudah jelas duduk perkaranya dan selesai.
Sebagai penutup, saya serukan kepada Pramuka dimanapun berada: Ada ribuan foto dan video kegiatan Pramuka di setiap telepon genggam dan labtop anak Pramuka, saya minta posting, upload semua foto dan video tersebut di medsos. Agar dunia tahu bahwa kegiatan Pramuka itu mendidik, menggembirakan, menginspirasi serta menyenangkan, menguatkan persaudaraan anak-anak kita. Jangan sampai karena satu foto makan tanpa alas Gerakan Pramuka tercoreng.
Terima kasih saya haturkan kepada Kakak-Kakak Pramuka dan masyarakat atas masukannya untuk kebaikan dan kemajuan Gerakan Pramuka. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Salam Pramuka. Jakarta, 25 Maret 2017. Hormat saya, Kak Adhyaksa Dault (Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka)

Post a Comment