Header Ads

Dikukuhkan, Dewan Pendidikan diminta majukan pendidikan di Jatim

Birokrasi – LensaIndonesia.com
Dikukuhkan, Dewan Pendidikan diminta majukan pendidikan di Jatim
Foto: Gubernur Jatim Soekarwo dan Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi berfoto bersama 18 pengurus Dewan Pendidikan Jatim periode 2016-2021 yang baru saja dikukuhkan. Foto: Humas Pemprov Jatim

LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jatim Soekarwo mengukuhkan Dewan Pendidikan Jatim periode 2016-2021. Acara pengukuhan secara langsung dilakukan oleh gubernur di Gedung Binaloka, Kantor Gubernur Jatim, Selasa (7/3/2017).

Soekarwo menjelaskan tujuan dibentuknya organisasi ini salah satunya untuk memberikan masukan serta inovasi bagi kemajuan pendidikan di Jawa Timur. Ia menilai era globalisasi saat ini sudah berubah menjadi proteksionalisme. Jerman misalnya, yang tadinya sekolah bebas SPP (tidak bayar), sekarang ini kembali lagi harus membayar SPP. Karena konsepnya berubah yakni dari sekolah gratis menjadi sekolah murah, namun bermutu.

“Konsepnya sudah berubah, orang itu sekarang sudah tidak lagi suka yang gratis-gratis. Mutu adalah yang dicari, meskipun bayar mahal tapi bermutu pasti tetap disukai,” kata Pakde Karwo (sapaan akrab Gubernur Jawa Timur) pada LICOM, Selasa (7/3/2017).

Karenanya, pihaknya berharap Dewan Pendidikan baru yang kali ini dikukuhkan mampu memberikan masukan serta inovasi bagi kemajuan pendidikan di Jawa Timur. Masalah pendidikan harus dicarikan solusi bersama.

Selain itu, Dewan Pendidikan juga harus aktif memberikan masukkan tidak hanya kepada gubernur melainkan juga masukkan ke anggota legislatif.

Diketahui, total pengurus Dewan Pendidikan Jatim yang dikukuhkan sebanyak 18 orang. Terdiri dari Penasehat Prof Dr Warsono (Unesa), Prof Dr Zainuddin Maliki (Praktisi Pendidikan), Dr Saiful Rachman (Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur), Prof Dr Djoko Saryono (Universitas Negeri Malang).

Sedangkan Ketua Dewan Pendidikan adalah Prof Muzakki (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel) serta Wakil Ketua Prof Iwan Vanany (ITS), Sekretaris Drs Nuryanto (Gabungan Organisasi Penyelenggara TK Indonesia) dan Bendahara Dwi Astutik (Universitas Sunan Giri Surabaya).@sarifa

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.