Carrie Lam jadi pemimpin perempuan pertama Hong Kong
Para kandidat Woo Kwok-hing, Carrie Lam dan John Tsang.LENSAINDONESIA.COM: Meski dicecar demonstrasi, Carrie Lam akhirnya terpilih menjadi pemimpin baru Hong Kong. Keterpilihan perempuan pertama yang memegang jabatan tertinggi menuai protes lantaran dianggap pro-Beijing.
Sebenarnya ada tiga kandidat yang ‘bertarung’ yaitu mantan kepala keuangan John Tsang, lebih disukai oleh publik. Sedangkan kandidat ketiga merupakan pensiunan hakim Woo Kwok-hing.
Pemilihan kepala eksekutif Hong Kong dilakukan oleh komite pemilu yang anggotanya kebanyakan pro-Beijing. Komite pemilu Hong Kong yang berjumlah 1.200 kursi itu, termasuk 70 orang anggota Dewa Legislatif – separuh dari mereka ditunjuk langsung. Bagaimanapun, sebagian besar komite dipilih dari kalangan bisnis, professional atau kelompok kepentingan khusus.
Lam akan menggantikan pemimpin Hong Kong saat ini, CY Leung, yang akan mundur pada Juli mendatang. Sebelumnya, Lam merupakan wakilnya.
Leung dikritik karena dekat dengan Beijing, dan kemudian menyatakan tak akan maju kembali dalam pemilu karena alasan keluarga.
Carrie Lam menghadapi peningkatan tuntutan untuk menggelar pemilu yang bebas di semi-otonom, yang sebelumnya gagal, meskipun terjadi demonstrasi yang intens, yang dikenal dengan “protes payung”pada 2014 lalu.
Kelompok pro-demokrasi menggelar protes di luar gedung pemilihan pada Minggu, dengan menyebut proses itu sebagai sebuah tipuan.
Aktivis pro-demokrasi Joshua Wong, yang berada di antara mereka yang melakukan protes dan merupakan figur utama dalam gerakan payung, menyebut proses pemilihan itu sebagai “sebuah seleksi dibandingkan sebuah pemilihan”, kata BBC.
Protes dilakukan secara online melalui Facebook dengan meluncurkan ‘Tidak Ada Pemilu di Hong Kong’, melalui unggahan video yang menunjukkan warga mengerjakan urusan mereka ketika pemilu dilakukan, untuk menunjukkan bahwa mereka tidak berhak untuk berpartisipasi.@licom

Post a Comment