Anggota DPRD Kalbar Soroti Persoalan Listrik Di Saggau
SANGGAU – Anggota DPRD Kalbar daerah pemilihan Sanggau-Sekadau, Krisantus Kurniawan menyoroti kondisi kelistrikan di Kabupaten Sanggau saat ini. Dimana, masih sering dilakukan pemadaman bergilir.
“Saya masih sering mendapat laporan dari masyarakat, listrik sering padam. Parahnya, pemadaman dilakukan hingga 8 jam,” kata Krisantus kepada deliknews Senin, (20/3). Ia mengaku menyambut baik rencana program ketenagalistrikan di Kalimantan Barat hingga lima tahun ke depan untuk mengatasi energi listrik di kabupaten Sanggau.
“Seperti yang disampaikan Menteri ESDM, Ignatius Jonan bahwa pada tahun 2019 nanti Kalbar dialiri listrik 1.100 megawatt dan pada tahun 2021 ditargetkan 1.300 megawatt. Kita berharap target dari pemerintah ini bisa tercapai,” kata Krisantus.
Dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sanggau ini, semua pihak, termasuk pemerintah daerah harus mendukung program pengembangan pembangkit listrik untuk mewujudkan Indonesia Terang. Apalagi program ini untuk kemaslahatan bersama, manfaatnya untuk kepentingan bersama, yaitu mewujudkan Kalbar terang, khususnya Kabupaten Sanggau. Ke depan, Ketua Komisi I DPRD Kalbar ini berharap tanah atau lahan tidak lagi menjadi kendala yang menghambat proyek pengembangan pembangkit listrik. “Kita berharap, nantinya tidak ada persoalan yang berkaitan dengan ganti rugi lahan masyarakat,” harapnya.
Ketika berbicara total daya, lanjut dia, di atas kertas listrik Sanggau surplus. Berdasarkan keterangan dari pihak PLN Sanggau, total dayanya 29 megawatt yang bersumber dari PLTU Sei Batu kapasitas 14 megawatt dan PLTD Semboja 15 megawatt. Namun, total daya yang ada ternyata tidak juga membuat Sanggau Terang. Justru sebaliknya, pemadaman bergilir masih terus dilakukan.
“Dari penjelasan pihak PLN, penyebabnya itu-itu saja. Mesin rusak, mesin gangguan lah, ada perawatan lah dan sebagainya,” ujar Krisantus. Untuk itu, ia berharap ke depan kondisi seperti ini tidak terjadi lagi. Di saat kapasitas terpasang sudah sesuai target pemerintah, listrik tetap saja sering byarpet.
“Jika kondisi yang sama masih terjadi ke depan, masih tetap saja sering terjadi pemadaman bergilir, artinya ada yang salah di tubuh PLN. Itu harus diperbaiki,” tegas Krisantus.
(Abang Indra)

Post a Comment