Wagub: Maluku Expo 2017 Bawa Nuansa Baru
Ambon - Perhelatan Maluku Expo dan Pameran Hari Pers Nasional (HPN) 2017 yang dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua membawa nuansa baru, dari event serupa sebelumnya.
Menurut Wagub, Maluku Expo 2017 dalam rangka HPN ini merupakan Maluku Expo yang keempat kalinya.
Maluku Expo yang akan berlangsung hingga 9 Februari mendatang, membawa nuansa baru bagi perkembangan industri kreatif Maluku yang menampilkan perpaduan produk kerajinan nasional yang merupakan sebuah industri kreatif anak-anak bangsa yang bisa dipamerkan.
“Ini kesempatan baik bagi terjadinya pertemuan antara dunia usaha dengan para insan pers yang datang dari 33 provinsi di Indonesia. Ajang bertemunya para pengrajin dan pengusaha serta insan pers se-Indonesia,” kata Wagub saat membuka Maluku Expo dan Pameran HPN 2017 di Lapangan Merdeka, Senin (6/2).
Ia sangat mengharapkan, agar Maluku Expo 2017 dapat dijadikan sebagai etalase produk-produk kerajinan, sekaligus sarana promosi yang strategis dan efektif agar peluang bisnis dunia usaha Maluku maupun Indonesia dapat lebih berkembang secara luas.
“Moment ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh-tokoh pers dan insan pers dalam dan luar negeri dengan kalangan dunia usaha, sehingga diharapkan produk-produk yang ada dapat di promosikan oleh insan pers sehingga dapat menjangkau kalangan dunia bisnis internasional,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia percaya kehadiran dunia usaha Indonesia saat ini, termasuk yang berpartisipasi dalam pameran HPN dan Maluku Expo 2017 telah memenuhi standar-standar tersebut, bahkan lebih dariitu dapat meningkatkan mutu produksinya sehingga mampu menembus pasar internasional.
Sebagai pelaksana Pameran sekaligus HPN 2017, Sahuburua mengatakan, Provinsi Maluku merasa bangga karena ajang pameran kali ini cukup diminati dan mendapatkan respon positif kalangan dunia usaha baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Hal ini dapat dibuktikan dengan 128 stand yang telah terisi oleh pelbagai produk barang dan jasa dari seluruh peserta pameran yang berpartisipasi. Saya berharap diwaktu-waktu yang akan datang perkembangan industri kreatif di Provinsi Maluku akan semakin maju dan berkompetisi baik di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.
Ditambahkan, potensi kekayaan alam yang cukup besar di Provinsi Maluku terutama di sektor kelautan sesungguhnya merupakan parameter bagi para investor maupun para perajin untuk dapat memaksimalkan potensi dan kekayaan alam yang dimiliki untuk mengembangkan industri kreatif maupun industri lainnya yang berbasis potensi sumber daya alam dalam rangka meningkatkan pendapat daerah maupun devisa negara.
Sementara itu, Sekjen PWI Pusat Hendry Ch Bangun dalam sambutannya mengatakan HPN 2017 akan menjadi memontum besar bagi rakyat Maluku. Akan ada banyak tamu-tamu penting, baik nasional maupun internasional yang hadir di Ambon. 2000-3000 orang akan memadati Kota Ambon selama HPN 2017.
“HPN 2017 akan memberikan efek yang besar bagi Maluku. PWI berkeinginan agar Maluku berdiri sejajar dengan provinsi-provinsi lainnya. Maluku sangat penting bagi PWI pusat, karenanya kami lebih memilih Maluku sebagai tuan rumah HPN dibandingkan calon-calon lainnya,” ungkapnya.
Animo yang begitu besar ini akan menjadi berkah bagi Maluku di kemudian hari karena aakn banyak potensi-potensi Maluku yang terangkat, ditulis, dan dikabarkan.
Adapun jumlah peserta pameran 128 stand, terdiri dari Tenda Roder 117 stand dari Dinas/Badan/Biro Provinsi Maluku 13 stand, Pameran PWI 35 stand, Pemkab/Pemkot se-Maluku 4 stand, Instansi Vertikal se-Maluku 6 stand, Kementerian Kabinet Kerja 14 stand, provinsi kabupaten/kota se-Indonesia 2 stand, BUMN/BUMD 11 stand, Swasta Nasional/UKM 14 stand. Untuk tenda kerucut ada 11 stand.
Selain itu, diluncurkan juga buku baru yang ditulis oleh wartawan senior di Maluku, berjudul Bersatu Manggurebe Maju. Buku ini diserahkan oleh Sekjen PWI Pusat kepada Wagub dan Caretaker Walikota. (S-43)

Post a Comment