Header Ads

Petani Sanggau Dapat Cetak Sawah 1500 Hektare

deliknews.com
Petani Sanggau Dapat Cetak Sawah 1500 Hektare

SANGGAU – Program cetak sawah untuk Kabupaten Sanggau terus berlanjut. Tahun ini, Kabupaten Sanggau mendapat kuota seluas 1.500 hektar tersebar di lima Kecamatan. Jumlah luasa jika dibanding tahun lalu tentu jauh berbeda, sistemnya juga sedikit berbeda.

“Tapi sistemnya begini, setiap 25 hektar langsung tanam. Diharapkan begitu cetak sawah selesai, selesai juga cetak sawahnya. Jadi berbarengan cetak sawah jalan, dukungan saprodi dari Dinas Pertanian juga jalan. Dulu selesai cetak sawah baru pertanian mengadakan Saprodi,” kata Dandim 1204, Letkol I Gusti Agung Putu Sujarnawa ditemui deliknews.com, Selasa(7/2)

Dandim menjelaskan, cetak sawah yang akan dimulai Februari 2017 mendatanga, mencakup lima kecamatan, Tayan Hilir, Parindu, batas Noyan, Bonti dan Jangkang (di daerah Sape, berbatasan dengan Mukok). Selain itu, pengerjaannya juga tak lagi dilakukan Kodam, tapi oleh Direktorat Zeni Angkatan Darat (Dirziat). Sementara Kodim tetap membantu, termasuk jumlah personel.
“Tetap akan kita pantau karena ada standarnya,” ujar Dandim.

Namun Dandim mengaku belum bisa memastikan target selesainya, termasuk soal prediksi iklim 2017.
“Yang penting jangan banjir saja. Makanya yang harus diperbaiki adalah paritnya,”ungkapnya. Sementara target tanam dua kali setahun, masih menjadi prioritas. “Kalau perlu tiga kali. Tapi yang di Sanggau, 2016 itu sudah ada yang dua kali. Tapi tak semua. Lagi pula dikawatirkan kalau tak ditanami bisa tumbuh rumput. Makanya kita gerakan petani dengan dukungan bibit lokal mereka,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ketahanan pangan, tanaman pangan, holtikultura dan perikanan (Dishangpan hortikan) menyampaikan jika land clering selesai, tentu petani bisa langsung menanam. Hanya saja untuk saprodi yang disiapkan Dishangpan Hortikan akan disingkronkan antara pekerjaan cetak sawah dengan pengadaan saprodi.

“Kita berharap disaat petani mau tanam saprodi sudah tersedia,” katanya. Untuk lahan buka baru, semakin sering diolah semakin sering ditanami semakin subur. Untuk saprodi dijelaskannya ada anggaran tersendiri. Disinggung apakah selesai cetak sawah sapordi otomatis sudah tersebut, Jhon menjelaskan tergantung fisik di lapangan.

“Justeru kita melihat fisik di lapangan. Artinya, kalau bulan Februari ini kita mulai fisik, berartikan proses pengadaan barang dan jasa kita sudah mulai juga. Tergantung itu juga. Kita menyingkronkan ini,” katanya.

Program cetak sawah dengan pengadaan saprodi harus berjalan beriringan. Jika tidak, maka petani yang akan kesulitan sebab dikhawatirkan cetak sawah akan sedikit terganggung karena tumbuh rumput jika tidak segera diolah.

“Makanya kami sarankan kepada petani pemilik begitu cetak selesai, mereka harus mengolah, misalnya merapikan tanggul termasuk kayu atau tunggul yang masih ada di situ termasuk juga penanaman. Kalau menurut petani lebih baik menggunakan bibit lokal, kami silakan sambil menunggu bibit pemerintah. Tapi jangan kalau tidak ada benih tidak mau nanam, makanya kita butuh TNI bersama petugas kita memberikan sosialisasi kepada petani,” terangnya.

(Abang Indra)

REKOMENDASI :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.