Perwakilan Tak Datang, Dua Pasien Tunawisma Gagal Diserahkan ke Dinsos Medan
Portal Berita Sumatera Utara
Perwakilan Tak Datang, Dua Pasien Tunawisma Gagal Diserahkan ke Dinsos Medan
Beritasumut.com-Perwakilan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan selaku pihak yang berwenang tidak hadir tanpa kabar yang jelas, membuat rencana penyerahan dua pasien tuna wisma Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan, terpaksa gagal dilakukan, Jumat (03/02/2017).
Padahal, Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Edwin Effendi beserta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan, Damikrot, Satgas Kementerian Sosial dan lainnya sudah hadir di rumah sakit milik Pemko Medan itu. "Sesuai prosedur, untuk pertanggung jawaban pengasuhannya adalah Dinsos Medan. Tapi karena tidak hadir, penyerahannya terpaksa kita tunda," ujar Edwin Effendi.
Dijelaskan Edwin, RSUD dr Pingadi hanya melayani dan merawat kesehatan kedua pasien. Setelah pasien yang dirawat pulih atau tinggal melakukan perobatan jalan, selanjutnya akan diserahkan ke pihak tekait untuk pengasuhan berikutnya."Sesuai posedur, apakah di rumah atau panti asuhan atau ke pihak terkait. Seperti tuna wisma adalah Dinas Sosial, tapi tidak hadir," jelasnya.
Sementara itu, Kasubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi, Edison Perangin-angin mengatakan, sebelum melakukan penyerahan, pihaknya sudah menyurati sejumlah pihak termasuk dinas sosial pada 27 Januari lalu.Dalam surat itu, disebutkan permohonan bantuan agar pasien Sriyati dan Elsa dapat dijemput dan diupayakan oleh Dinsos untuk penampungannya. Namun, saat mau penyerahan, Dinsos tidak hadir.
"Kita belum ada menerima konfirrmasi dari Dinsos kenapa tidak hadir dan juga belum ada kita terima pemberitahuan apakah mereka tidak datang," jelas Edison.
Adapun dua tunawisma yang akan diserahkan itu, jelas Edison, yaitu Elsa (14) yang sejak 19 Januari telah dirawat di RSUD dr Pirngadi. Elsa mengalami fraktur atau patah kaki kirinya karena kecelakaan lalu lintas persisnya di Taman A Yani dan dirawat di ruang bedah anak.
Sedangkan seorang lagi ialah, Sriyati (75) yang menjalani perawatan sejak 19 April tahun lalu karena kaki kanannya patah akibat kecelakaan lalu lintas.Sempat mau diserahkan ke dinsos 3 Mei tetapi karena kondisinya tidak stabil sehingga harus ditunda. Sriyati sebelumbya ditemukan warga dan diantar ke RS Pirngadi."Kita akan surati Dinsos dan menjadwal ulang kembali waktu penyerahannya," tegasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan, Damikrot, tidak berkomentar banyak terkait ini. "Harusnya Dinas Sosial hadir," ujarnya singkat.(BS03)

Post a Comment