Muhammadiyah imbau semua pihak tidak ikut demo 112
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar NashirLENSAINDONESIA.COM: Muhammadiyah mengimbau semua pihak tidak mengikuti aksi damai 11 Februari (112) mendatang dan meminta tokoh nasional, Parpol, dan elemen masyarakat menahan diri.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla, menjelaskan berbagai macam aksi menjelang Pilkada lebih baik tak diikuti.
Tidak hanya itu, Haedar Nashir juga berpesan kepada Parpol dan tokoh nasional agar bisa menahan kata-kata dan tidak memberikan pernyataan yang dapat memunculkan gejolak di masyarakat. Hal ini menyusul suasana politik nasional sedang menghangat jelang digelarnya Pilkada serentak tahun 2017.
Muhammadiyah berharap rencana aksi damai 112 tidak membuka ruang terciptanya perselisihan di antara masyarakat. Dia menambahkan, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk. “Saya sering sampaikan, masyarakat kita ini majemuk secara agama, etnis dan golongan. Semua masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan kebersamaan,” terangnya.
Haedar juga menyampaikan pesan Wapres Jusuf Kalla bahwa saat ini Indonesia dihadapkan pada dinamika politik yang semakin hangat. Oleh karena itu, pihaknya meminta semua bisa mengendalikan diri dan menciptakan suasana yang kondusif.
“Aksi itu memang demokratis di negara kita dan menyampaikan aspirasi tidak dilarang. Tetapi, dalam situasi sekarang, terutama jelang Pilkada 15 Februari, kami imbau semua pihak menahan diri. Ayo kita ciptakan kondisi saling bisa berbagi dan menyelesaikan persoalan-persoalan secara lebih dewasa,” pungkasnya. @dc/LI-15

Post a Comment