Header Ads

Jatim sambut baik pemerintah sertifikasi amil zakat

Birokrasi – LensaIndonesia.com
Jatim sambut baik pemerintah sertifikasi amil zakat
Wagub Jatim Gus Ipul bersama Ketua Forum Zakat Nur Effendy menyambut baik upaya pemerintah akan menggelar sertifikasi profesi amil zakat untuk seluruh lembaga zakat yang terdaftar di Indonesia. Foto: Sarifa-lensaindonesia

LENSAINDONESIA.COM: Forum zakat menggandeng Kementerian Agama menggelar sertifikasi untuk profesi amil zakat. Sertifikasi tersebut selain untuk mendata, juga untuk meningkatkan kapasitas amil zakat agar lebih profesional dalam bertugas.

“Untuk menjadi amil zakat yang profesional, harus ada standar kemampuan yang dimiliki oleh seorang amil, agar tidak asal asalan menyalurkan zakat,” kata Ketua Forum Zakat Nur Effendy saat acara Konferensi Zakat Nasional di Surabaya, Rabu (8/2/2017).

Sertifikasi amil zakat kata dia akan melibatkan Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah dengan 22 assesor. Secara nasional, catatan forum zakat ada sekitar 6000 amil zakat dari 250 lembaga amil zakat yang siap disertifikasi.

“Pertengahan Februari mungkin pedoman sertifikasi sudah rampung dan mulai akan dilakukan proses sertifikasi,” jelasnya.

Kementerian Agama mencatat, potensi zakat secara nasional mencapai Rp 217 triliun, namun yang berhasil dihimpun oleh badan amil dan lembaga penghimpun zakat masih sekitar Rp 5 triliun pada 2016.

Karena itu, pemerintah berharap, lembaga amil zakat dan badan amil zakat bersinergi menghimpun zakat dari masyarakat untuk disalurkan dalam upaya pengentasan kemiskinan.

“Masing-masing badan dan lembaga harus punya wilayah garap sendiri dan itu untuk mengentas 92 juta penduduk miskin di Indonesia,” kata Direktur Zakat Kementerian Agama, Tarmidzi Tohor.

Sementara Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf menyambut baik rencana pemerintah tersebut. Gus Ipul (sapaan akrab Wagub) menilai upaya sertifikasi sangat diperlukan untuk membuat masyarakat lebih percaya terhadap keberadaan amil zakat.

“Jadi yang perlu disertifikasi semua sumber manusia dan manajemennya. Jika sudah baik, maka masyarakat akan percaya dan ini tentu meningkatkan nilai zakat. Saya menyambut baik dan senang pengelola badan amil zakat nantinya bisa terukur, badan amil zakat masuk dalam sistem manajemen yang baik, tidak manajemen kaki lima, tapi modern. Ini penting untuk memenuhi kebutuhan dan fasilitasi wajib zakat,” tegas Gus Ipul.

Ia juga mencontohkan, promosi agar masyarakat aktif berzakat bisa dilakukan melalui aplikasi smartphone. Ini perlu dilakukan mengingat orang kaya waktunya sangat sempit, maka kalau bisa bayar zakat melalui telepon mungkin bisa efektif.

Potensi zakat saat ini diketahui sangat besar. Di Jatim saja, potensinya bisa Rp 30 triliun, namun penghimpunan yang dilakukan lembaga zakat tergolong masih rendah. Tahun 2015 baru Rp 3,7 Triliun.

“Oleh karena itu kita harus melakukan motivasi dengan melakukan usaha-usaha lebih nyata, sehingga diharapkan potensi zakat lebih baik. Seiring dengan kesejahteraan umat Islam, saya percaya potensi zakat akan lebih besar, karena tujuan pengelolaan zakat untuk mengentas kemiskinan,” imbuhnya.

Ditambahkan Gus Ipul, semua organisasi pengelola zakat, baik LAZ maupun BAZ sudah mencoba terus memperbaiki manajemen organisasi. Apalagi SDM yang terlibat kebanyakan masih berusia mud, berpenampilan bagus, dan beretika. Semua itu membuat masyarakat lebih percaya. Apalagi bila hal itu ditunjang oleh penguasaan yang baik terhadap sarana dan prasarana teknologi informasi.

“Ke depan saya minta ditingkatkan. Oleh karena itu saya menyambut baik gagasan Forum Zakat untuk mensertifikasi SDM yang ada dan membuat Standar Operasional (SOP), supaya bisa berstandar internasional,” harapnya.

Karena itu dirinya sangat mendukung upaya Kementerian Agama yang menetapkan target paling lambat tahun 2018 dan diharapkan semua Badan Amil Zakat sudah memiliki sasaran yang jelas, by name by address.@sarifa

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.