Batik Bordir & Aksesoris Fair 2017 targetkan transaksi Rp 7 miliar
Press Conference "Batik Bordir & Aksesoris Fair 2017" yang digelar di Hotel Aria Sentra Surabaya, Selasa (28/02/2017). Foto-EldLENSAINDONESIA.COM: PT Debindo Mitra Tama bekerja sama dengan Disperindag Jatim dan Dekranasda Jatim bakal menggelar “Batik Bordir & Aksesoris Fair 2017” pada 10 hingga 14 Mei 2017 mendatang.
Even ini merupakan agenda tahunan yang ke 12 di Jawa Timur yang diikuti lebih dari 200 peserta menampilkan produk, desain tradisonal, etnik, maupun modern. Dan diikuti dari kalangan pengushaa industri dan pengrajin batik, bordir, tenun, songket maupun songket.
Dadan M. Kushendarman, Dirut PT Debindo Mitra Tama mengatakan, even kali ini mengusung tema “The Amazing Natural Corlors of East Java”, berbeda dengan tahun sebelumnya dengan tema “Legenda batik Majapahit. Dan pihaknya berharap di momen tahun ini pengunjung dan nilai transaksi semakin meningkat.
“Untuk peserta di tahun ini diikuti sekitar 180 UKM mandiri dari 38 kabupaten/kota di Jawa timur. Di tahun lalu, jumlah pengunjung even pameran batik kami mencapai 40 ribu lebih dengan nilai total transaksi sekitar Rp 6,6 miliar. Untuk tahun ini, kami berharap jumlah pengunjung bakal mencapai 50 ribu dengan nilai total transaksi Rp 7 miliar,” tandas Dadan kepada Lensaindonesia.com di Surabaya, Selasa (28/02/2017).
Sementara itu, Siska Sumartono, Seksi Promosi Persatuan Pengusaha Bordir Jatim (PERSADIR) mengatakan, untuk even kali ini kita berupaya untuk menggandeng komunitas yang bergerak di usaha batik guna mempercepat pertumbuhan bisnis para UKM batik tentunya. Se tidaknya hal ini akan menyumbang perekonomian daerah melalui jalur usaha batik bordir.
“Perlu diketahui, untuk even kali ini kami takkan melibatkan para pelaku usaha batik printing. Sebab dalam even kali ini , kami benar-benar menjaga originalitas batik khususnya kualitas batik bordir di Jatim,” tegas Siska.
“Batik Bordir & Aksesoris Fair 2017” kali ini juga melibatkan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia Jawa Timur (ASPERAPI), Kamar Dagang dan Industri Jatim (KADIN), Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (APBJ), Persatuan Pengusaha Bordir Jawa Timur (PERSADIR), Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia Jawa Timur (APPMI) dan Perkumpulan Perajin Perhiasan dan Batuan (PERABA).@Eld-Licom

Post a Comment