Header Ads

Waduh..!! Bantuan PIP Kecamatan Moutong Diatasnamakan Bantuan Partai Gerindra

deliknews.com
Waduh..!! Bantuan PIP Kecamatan Moutong Diatasnamakan Bantuan Partai Gerindra

son1234567

ilustrasi

ilustrasi

Parimo‎ – Penyaluran bantuan program Indonesia pintar (PIP) dari pemerintah pusat melalui tiga Kementerian RI yang diperuntukan bagi seluruh pelajar diseluruh Indonesia yang menerima Kartu Indonesia Pintar ( KIP) bertujuan untuk membantu masyarakat tidak mampu dalam meningkatkan sumber daya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan.

Namun berbeda di Kecamatan Moutong Kabupaten Parimo Provinsi Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut dimanfaatkan oleh salah seorang oknum anggota DPRD Parimo dengan mengatasnamakan bantuan itu adalah bantuan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pusat.

Adanya bantuan Partai Gerinda itu dibenarkan oleh Kepala UPTD Dinas Pendidikan Moutong, Tarni yang mengatakan bahwa memang ada bantuan dari Partai Gerindra yang diusulkan oleh salah seorang anggota DPRD, Arifin Dg Palalo dan kini sudah tersalurkan kepada semua sekolah.

“Memang bantuan dari Partai Gerindra karena beliau (Arifin) yang mengusulkan dan beliau yang telepon semua sekolah – sekolah itu, kemudian SK – SK itu diberikan kepada saya untuk disalurkan bantuan itu ke setiap sekolah – sekolah,”kata Tarni kepada deliknews.com. Sabtu (14/1).

Tarni mengaku, bahwa jumlah penerima bantuan Partai Gerindra berupa dana itu hampir semua sekolah menerima. Dan kata dia, jumlah dana yang diterima bervariasi, ada 500 ribu hingga 700 ribu bahkan ada yang 1 juta rupiah.

“Hampir semua sekolah menerima bantuan Partai Gerindra yang diperjuangkan oleh beliau (Arifin). Jumlah dana yang diterima setiap siswa bervariasi dia dapat,”sebut Tarni.

Pencatutan bantuan Pemerintah pusat yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Parimo dari fraksi Gerindra itu menuai sorotan. Salah satunya sorotan dari sesama anggota DPRD Parimo Sartin Dauda dari politisi Hanura mengaku, baru – baru ini mendapat keluhan dari sejumlah simpatisan Partai Gerindra yang ada di Kecamatan Moutong. Kata Sartina bahwa ada orang tua wali murid yang merupakan pendukung Gerindra mempertanyakan bantuan tersebut karena anaknya tidak menerima bantuan.

“Iya pendukung Partai Gerindra ini mengeluh kepada saya, sebenarnya bantuan itu bantuan apa? Kalau memang bantuan Partai Gerindra, kenapa saya tidak menerima padahal saya pendukung setia pak Arifin dari Parati Gerindra,”ujar Sartin yang membeberkan keluhan dari warga Moutong yang ditampungnya.

Sartin mengaku, terkait adanya keluhan tersebut, Kata dia, dirinya mencoba mengkonfirmasi kepada KUPT Pendidikan Taopa dan Lambunu. Dalam jawaban KUPTD itu mengaku, bahwa bantuan tersebut adalah bantuan dari pemerintah melalui KIP.

“Saya sudah konfirmasi kepada sejumlah KUPTD mengaku bahwa bantuan tersebut bukan bantuan partai melainkan bantuan pemerintah melalui PIP,” ungkapnya.

Sementara itu dikonfirmasi kepada anggota DPRD Parimo yang juga Fraksi Gerindra, Arifin Dg. Palalo mengaku bahwa bantuan tersebut merupakan bantuan PIP bukan bantuan Partai Gerindra. Namun kata dia, adanya bantuan tersebut yang diterima oleh 439 siswa di Kecamatan Moutong, merupakan perjuangan Partai Gerindra yang diusulkan ke Pusat dan mendapat atensi dari anggota DPR RI Maman Supratman yang merupakan kader Gerindra di senayan.

“Bukan bantuan partai Gerindra tetapi program PIP. Kami hanya mengusulkan data dari sini karena memang ada permintaan dari masyarakat. Dan melalui perwakilan kami di Jakarta pak Supratman sehingga beliau yang mengusulkan sehingga bisa mendapatkannya,”kata Arifin.

Politisi dari Gerindra itu mengaku, bahwa adanya bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat yang diperjuangkan olehnya dan ditindak lanjuti oleh anggota perwakilan DPR RI yang notabenenya adalah kader Gerindra.

“Saya sudah sampaikan dipesta pernikahan bahwa bantuan itu bukan bantuan partai Gerindra melainkan program PIP yang diperjuangkan oleh pak Maman di Jakarta,” terangnya.

Perlu diketahui bahwa bantuan PIP dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin/prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak Lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar).

Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya.

PIP juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.(ady)

REKOMENDASI :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.