Header Ads

Presiden Trump Anggap China Manipulator

deliknews.com
Presiden Trump Anggap China Manipulator

(AP Photo/Carlos Osorio, File)

Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald John Trump mengaku tengah mempertimbangkan komitmennya terhadap Kebijakan Satu China. Politikus Partai Republik itu baru akan mengakui kebijakan yang berlaku sejak 1979 itu jika Beijing menunjukkan tanda-tanda kerjasama terkait mata uang dan praktik perdagangan.

Tindakan Donald Trump yang menerima panggilan telefon dari Presiden Taiwan Tsai Ing-wen memicu kemarahan China. Pemerintahan Presiden Barack Obama langsung buru-buru menegaskan komitmen terhadap Kebijakan Satu China dan mengakui bahwa Taiwan adalah bagian dari Negeri Tirai Bambu.

lu. Tentu saja mereka adalah manipulator. Tapi saya tidak akan melakukannya. Mereka tampak sengaja menjatuhkan nilai tukar mata dolar,” ucap Donald Trump dalam wawancara dengan Wall Street Journal, seperti dimuat Independent, Minggu (15/1/2017).

Mendengar pernyataan tersebut, Kementerian Luar Negeri China langsung mengeluarkan pernyataan resmi mereka yang dipampang di situs resmi. Seperti dimuat Reuters, mereka menyebut prinsip Satu China tidak dapat diganggu gugat sebagai basis politik untuk hubungan Washington-Beijing. Mereka mendesak agar pihak-pihak relevan di AS mengakui sensitivitas isu Taiwan.

Sejak 1979, AS mengakui bahwa Taiwan adalah bagian dari Satu China. Akan tetapi, Donald Trump memicu protes diplomatik dari Beijing karena menerima ucapan selamat pada 2 Desember 2016 dari Tsai Ing-wen atas kemenangannya dalam pemilihan presiden (pilpres)

(Dis)

REKOMENDASI :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.