Header Ads

Mark Zuckerberg: Amerika adalah bangsa imigran

LensaIndonesia.com
Mark Zuckerberg: Amerika adalah bangsa imigran
CEO Facebook Mark Zuckerberg, dan isterinya Priscilla Chan saat berjalan kaki di Sun Valley, Idaho, U.S., Juli 2013 lalu. (GETTY IMAGES)

LENSAINDONESIA.COM: Kebijakan Presiden AS, Donald Trump terkait imigrasi, menuai protes dari berbagai pihak. Termasuk pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg yang mengingatkan jika AS merupakan negara imigran.

“Kakek buyut saya datang dari Jerman, Austria dan Polandia. Orang tua Priscilla (istri Zuckerberg) adalah pengungsi dari China dan Vietnam. Amerika Serikat adalah negara imigran, dan kita harus bangga dengan itu,” ujar Zuckerberg membuka postingannya di Facebook.

Meski mendukung keamanan negaranya, namun dia merasa dari kebijakan yang diterapkan Presiden Trump harusnya fokus pada orang-orang yang memang mengancam Amerika Serikat.

Menurut Zuckerberg, memperluas fokus penegakan hukum di luar orang-orang yang merupakan ancaman nyata akan membuat semua orang Amerika kurang aman. Sementara itu, jutaan orang tanpa dokumen yang tidak menimbulkan ancaman akan hidup dalam ketakutan deportasi.

“Kita juga harus menjaga pintu kita terbuka untuk pengungsi dan orang-orang yang membutuhkan bantuan. Itulah kita. Jika kita menutup pengungsi beberapa dekade yang lalu, keluarga Priscilla tidak akan berada di sini hari ini,” ujar dia.

Dia bercerita pernah mengajar di satu kelas di sekolah menengah yang beberapa siswa terbaiknya adalah mereka yang tidak memiliki dokumen legal beberapa tahun lalu. “Mereka adalah masa depan kita juga. Kita adalah bangsa imigran, dan kita semua bermanfaat ketika yang terbaik dan tercerdas dari seluruh dunia dapat hidup, bekerja dan berkontribusi di sini,” ujar Zuckerberg.

Ia menambahkan, “Saya harap kita menemukan keberanian dan kasih sayang untuk merangkul orang bersama-sama dan membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik untuk semua orang.”

Pekan lalu, Presiden Trump mengungkap akan melarang pengungsi, penangguhan visa bagi sejumlah negara serta membangun tembok perbatasan dengan Meksiko. Kebijakan itu disebut Trump untuk menghindarkan Amerika dari ancaman keamanan nasional. @bbs/licom

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.