Header Ads

KMP Bahteramas II Amolengo-Labuan Dialikan ke Wakatobi-Kamaru

Kendari Pos Online
KMP Bahteramas II Amolengo-Labuan Dialikan ke Wakatobi-Kamaru

Kadis Perhubungan Sultra, Hado Hasina

Kadis Perhubungan Sultra, Hado Hasina di acara Forum SKP Perhubungan, Sabtu (31/12) sore.

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI—Kapal Motor Penumpang (KMP) Bahteramas II yang selama ini melayani rute Amolengu-Labuan dialihkan pengoperasiannya ke Wakatobi-Kamaru. Pengalihan rute itu resmi berlaku sejak 1 Januari 2017.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kadis Perhubungan Sultra, Dr Hado Hasina ST MT di acara Forum SKPD Perhubungan di salah stau hotel di Kendari, Sabtu (31/12) sore. Acara yang dikemas dalam “Refleksi Akhir Tahun 2016 dan Sinergi Program Tahun 2017 dalam Penyelenggaraan Perhubungan Sultra” itu diikuti pejabat lingkup Dishub Sultra dan kabupaten/kota.

Pengalihan itu setelah dilakukan rapat membahas kelayakan pengoperasian kapal 25 gross ton, yang melibatkan pakar pelayaran, pejabat terkait dan pihak ASDP.  Hasilnya, secara teknis dan ekonomis sangat tidak memadaii untuk melanjutkan pengoperasian Bahtermas II rute Amolengu-Labuan. Olehnya, dialihkan rute pelayarannya ke Wakatobi-Kamaru.

“Kapal dengan 25 gros ton sangat tidak memenuhi kelayakan teknis untuk dipertahankan melayani rute dengan jarak tempuh hanya 25 menit. Kapal tonase besar itu seharusnya melayani rute dengan waktu tempu 5 jam. Olehnya, dialihkan ke Wanci,Wakatobi-Kamaru,Buton,” kata Hado Hasina.

Selama ini, lanjut Hado,  Bahteramas II melayani rute Amolengu-Labuan sebanyak 2 kali pelayaran setiap harinya. Pengoperasian rute itu disubsidi operasionalnya oleh negara. Namun, padatnya kebutuhan penumpang seringkali digunakan lebih dari 2 kali sehari, bahkan pernah 9 kali. Hal itu menimbulkan konsekwensi subsidi yang dibebankan pada kabupaten dan provinsi.

“Jadi, secara teknis tidak menguntungkan dan tidak efisien secara ekonomis. Kalau disubsidi dua kali dalam sehari memang masih pantasi, tetapi kalau sampai 9 kali bahkan lebih kan sangat membebani kabupaten dan provinsi. Olehnya, mending Bahteramas II dialihkan pengoperasiannya ke Wakatobi-kamaru. Apalagi, Wakatobi merupakan daerah destinasi wisata andalan nasional yang harus turut disukseskan,” ungkapnya.

Lantas bagaimana rute Amolenggu-Labuan? Di rute tersebut akan dilayani kapal lainnya yang memiliki kapasitas penumpang dan kemampuan mengangkut kendaraan dengan jumlah sama. Kelebihannya, kapal tidak saja bisa melayani 2 kali sehari, tetapi bisa lebih dari 10 kali sehari. “Melihat pola kecenderungan penumpang Amolenggu-Labuan memang membutuhkan pelayanan kapal dengan intensitas pelayaran lebih dari sembilan kali. Olehnya, pergantian kapal yang melayani rute Amolengu-Labuan justru akan menguntungkan masyarakat itu sendiri, karena sewaktu-waktu bisa disebrangkan,” paparnya. (wal)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.