Ini nomor hotline perwakilan RI di Amerika Serikat bila Anda panik dengan kebijakan Presiden Donald Trump
IlustrasiLENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengeluarkan imbauan kepada WNI di Amerika Serikat agar tetap tenang sambil mencermati lingkungan sekitar, menyusul kebijakan Presiden Donald Trump yang mengeluarkan aturan pembatasan imigran dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
“Diimbau kepada WNI di Amerika Serikat untuk tetap menghormati hukum setempat dan menjaga ketertiban umum di lingkungannya masing-masing,” demikian imbauan Kemenlu dikutip dari laman embassyofindonesia.org, kemarin.
Menurut Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal, salah satu komponen penting dalam Executive Order Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah adalah kebijakan penangkapan dan pendeportasian imigran gelap yang pada pemerintahan sebelumnya dilindungi dengan adanya Sanctuary Policies di beberapa kota dan county.
“Kemenlu mengimbau seluruh WNI yang bermukim di Amerika Serikat untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi dan berharap WNI memahami hak-haknya dalam berbagai situasi,” ucap kata Iqbal dalam keterangan persnya.
Pemerintah Indonesia, melalui perwakilan di seluruh Amerika Serikat, kata Iqbal, akan terus mengamati perkembangan yang terjadi dan akan mengantisipasi dampak yang mungkin timbul bagi WNI.
Bagi WNI yang membutuhkan informasi dan bantuan, silahkan hubungi hotline 24 Jam Perwakilan RI terdekat, sebagai berikut:
KBRI Washington DC: +1 202-569-7996
KJRI Chicago: +1 312-547-9114
KJRI Houston: +1 346-932-7284
KJRI Los Angeles: +1 213-590-8095
KJRI New York: +1 347-806-9279
KJRI San Francisco: +1 415-875-0793
Perlu diketahui, Presiden Donald Trump pada 25 Januari lalu telah menandatangani Executive Order mengenai Border Security and Immigration Enforcement Improvement. Hal itu memicu kepanikan dari warga Muslim di Amerika Serikat. Apalagi dalam aturannya dijelaskan ada 7 negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang dilarang masuk. Yakni Iran, Suriah, Lbya, Irak, Somalia, Sudan dan Yaman.

Post a Comment