Diusir Obama, 35 diplomat Rusia “angkat kaki” dari Amerika Serikat

LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 35 diplomat Rusia akhirnya meninggalkan Amerika Serikat (1/1/2016). Mereka pergi setelah diusir Presiden AS Barack Obama atas tuduhan peretasan hasil pilpres 2016.
Pejabat kedutaan Rusia mengatakan pada TASS bahwa pesawat membawa para diplomat kembali ke Moskow bersamaa dengan keluarganya saat Tahun Baru. Mereka menumpang pesawat milik Rossiya, maskapai detasemen khusus untuk mengangkut presiden Rusia dan pejabat lainnya.
Sejumlah pejabat Moskow berharap Presiden Rusia Vladimir Putin merespon tindakan Obama. Tapi Putin menolak untuk mengambil tindakan serupa dan menanti kebijakan Donald Trump saat dilantik jadi presiden pada 20 Januari.
Trump sendiri memuji keputusan Putin itu. Ia mengaku paham mengenai peretasan. “Peretasan adalah hal yang sulit dilakukan dan itu bisa jadi orang lain yang melakukan,” pungkasnya.
Obama memerintahkan pemulangan 35 diplomat Rusia atas tuduhan peretasan Pilpres AS yang memenangkan Donald Trump. Obama memberi waktu 72 jam untuk para diplomat meninggalkan Negeri Paman Sam itu.
Selain mengusir diplomat, Obama juga memerintahkan penutupan dua fasilitas milik Rusia yang dituduh jadi pusat mata-mata. Obama berjanji akan ada sanksi lanjutan bagi Rusia. @sita

Post a Comment