Header Ads

Didorong dampingi Risma di Pilgub Jatim 2018, Anggota DPR Henky Kurniadi terkejut

Politik – LensaIndonesia.com
Didorong dampingi Risma di Pilgub Jatim 2018, Anggota DPR Henky Kurniadi terkejut
henky kurniadi-1Anggota DPR RI Henky Kurniadi dari Fraksi PDI Perjuangan disebut-sebut berpeluang memuluskan Risma rebut kursi Gubernur Jatim. @iwan

LENSAINDONESIA.COM: Di tengah semakin menghangatnya nama Menteri Pemperdayaan Perempuan Khofifah, Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini meramaikan bursa kandidat bakal Calon Gubernur Jatim menghadapi Pilkada 2018, kini terus bermunculan nama-nama figur baru kandidat bakal Calon Wakil Gubernur Jatim.

Kali ini, figur dari kader PDI Perjuangan yang disebut-sebut berpeluang besar bisa meraup elektabilitas terunggul, yaitu Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Henky Kurniadi. Elektabilitas
berubah tinggi itu diprediksi bakal terjadi jika politikus Komisi IV DPR ini mau didorong
mendampingi Tri Rismaharini.

Prediksi itu muncul dalam Diskusi “Sabtuan” LensaIndonesia.com menyambut HUT ke-7 media online ini, Sabtu (21/01/2017). Henky Kurniadi sebagai narasumber dalam diskusi yang sedianya bicara isu kelautan dan pangan yang menjadi bidang komisinya, kontan terkejut dan ‘tepuk jidat’ saat dicecar adanya prediksi itu.

“Saya tidak punya pikiran ke sana. Masih banyak yang lebih pantas. Saya lebih memilih menjalankan tugas seperti sekarang (anggota DPR, red) saja,” kata politikus PDI Perjuangan, yang ternyata masih keponakan Menteri Ekonomi Mohammad Hasan era Presiden RI pertama Ir Soekarno ini.

Nama-nama yang dianggap Henky lebih pantas itu, diantaranya Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi, Bupati Ngawi Budi Sulistiyo, contohnya. “Pokoknya masih banyak lah yang lebih tepat. Saya ini apa. Bagi saya bagaimana bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” kata Henky yang juga berpengalaman sebagai Ketua Bidang Sosial-Budaya Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Rusia.

Henky enggan menanggapi adanya hipotesa, kalau partainya nanti jadi mencalonkan Risma
sebagai Cagub Jatim, diperlukan figur Cawagub sebagai pendamping yang dapat memberikan
kontribusi suara dari pemilih minoritas baik dari kalangan masyarakat etnis Tionghoa  maupun dari masyarakat non muslim. Dengan begitu, elektabilitas Risma yang cukup potensial mengumpulkan suara pendukung fanatisme PDI Perjuangan, maupun dari
masyarakat yang kental dengan istilah ‘abangan’, akan menjadi kristal, ditambah
alternatif dari dukungan pemilih dari masyarakat muslim.

“Di antara kader PDI Perjuangan di Jawa Timur,  nama Henky Kurniadi yang disebut-sebut sebagai figur yang berpeluang besar diposisikan Cawagub,” kata Pemred LensaIndonesia.com, Joko Irianto selaku moderator. Ada satu nama alternatif lagi, Ketua PDIP Tuban Tjong Ping. Nama ini, Joko yang mantan jurnalis Jawa Pos ini menyebut, tidak sepopuler Henky.

Henky pun tidak bisa menyangkal, bahwa dirinya sebagai politikus PDIP kelahiran Ngagel Surabaya dan lebih bangga disebut ‘Arek Suroboyo’ ini memang tidak asing bukan cuma di kalangan pebisnis atau pengusaha di Jawa Timur. Tapi, dirinya juga cukup dikenal di kalangan budayawan dan seniman Jawa Timur. Karena saat masih aktif di KNPI pernah jadi kordinator diskusi budaya “Sabtuan” di BMS- Dewan Kesenian Surabaya, juga penggagas acar Forum Penyair Internasional Indonesia 2012 di Surabaya.

Disebut figurnya bisa menyedot suara pemilih kalangan minoritas, Henky keberatan. “Kondisi
masyarakat di Jakarta, beda dengan di Jawa Timur. Karakteristik subordinasinya tidak sama.
Jawa Timur lebih melebur, seperti Surabaya ini lebih egaliter,” kata politikus yang berpengalaman jadi fungsionaris Komite Rusia Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia, dan Wakil Ketua REI Jatim.

Lagi-lagi, Henky yang alumni SMA Petra Surabaya ini menghindar saat diminta menanggapi diskusi yang berkembang menyinggung dirinya berpeluang jadi Wagub semakin besar, apabila hasil Pilkada DKI 15 Februari 2017, ternyata Cagub Agus (Demokrat) tidak menang. Soalnya, Demokrat sangat mungkin mengusung Agus maju jadi Cagub di Pilkada Jatim 2018. Praktis, strategi pemetaan demografi bagi PDI Perjuangan dituntut harus benar-benar valid.

Walau begitu, Henky sependapat soal prediksi Agus diusung Demokrat untuk maju Cagub Jatim jika gagal di DKI. “Kemungkinan itu sangat besar. Dinamika politik Pilkada serentak Jatim 2018 semakin kuat lagi,” kata Henky. Demokrat memiliki 13 kursi di DPRD Jatim, cukup butuh 7 kursi untuk bisa mengusung pasangan Cagub/Cawagub. Parpol yang berpeluang digandeng adalah PAN punya 7 kursi.

Redpel LensaIndonesia.com, Mohammad Ridwan menantang Henky untuk menjemput bola, apalagi pemetaan demografi kekuatan PDI Perjuangan di Pilgub Jatim juga sudah jelas?

“Jangan dipanas-panasi begitu. Pokoknya, saya tidak akan memilih ke sana. Saya jadi seperti ini saja, menjalani apa kata takdir. Iya sopo temen bakal tinemu (Siapa sungguh-sungguh akan memetik buah baiknya),” kata Henky yang meyakini konsep keadilan struktural sebagai solusi mengatasi rasio ketimpangan ekonomi masyarakat akibat keniscayaan periodisasi pengelolaan ekonomi di tanah air yang salah ruang.

Diskusi memetakan PDI Perjuangan punya 19 kursi, dan untuk bisa mengusung pasangan Cagub/ Cawagub dari kader PDIP sendiri cukup butuh 1 kursi, karena syarat harus 20 kursi. Parpol yang berpelung digandeng bisa hanya Hanura (punya 2 kursi), atau ditambah Nasdem (4 kursi), dan PPP (5 kursi).

Risma yang berlatar belakang dari keluarga Nahdliyin dapat diharapkan ikut berebut suara pemilih dari Nahdliyin, tanpa harus memasang figur dari Nahdliyin lagi. Sehingga, suara Nahdliyin atau pun masyarakat muslim di Jawa Timur masih akan diperebutkan pasangan kandidat kompetitor Risma. @licom_09

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.