Header Ads

Debat Calkada Ambon Ditunda

siwalimanews.com
Debat Calkada Ambon Ditunda

Ambon - KPU Kota Ambon me­nunda pelaksanaan debat calkada tahap kedua, hing­ga 7 Februari menda­tang.

Sebelumnya dijadwal­kan debat calkada yang akan diikuti oleh pasangan cal­kada Paulus Kastanya-MAS Latuconsina dan Richard Louhenapessy-Sya­rif Hadler akan digelar 1 Feb­ruari.

“Sebelumnya, kita jad­wal­­kan untuk calkada ke­dua, 1 Februari namun ka­rena KPU Kota Ambon me­nerima banyak masukan dari masya­rakat terkait de­ngan moderator sehingga debat calkada tersebut diundurkan hingga 7 Feb­ruari,” ungkap Ketua De­visi  Kampanye KPU Kota Ambon, Khalil Tianotak, kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Jumat (20/1).

Selain itu, kata dia, ada be­berapa masalah teknis lain­nya yang harus diper­siapkan lebih matang lagi.

“Untuk pengunduran debat kandidat ini, kita akan sam­paikan kepada masing-ma­sing tim kampanye pasang­an calon untuk disesuaikan jad­walnya,” katanya.

Sebelumnya, KPU Kota Ambon memastikan akan meng­gelar debat calkada tahap kedua, di Baileo Siwa­lima, Rabu (1/2).

Sesuai rencana, KPU juga akan memberikan tambahan jatah kursi bagi tim pendu­kung yang bisa dihadirkan pasangan calon di lokasi de­bat. Jika pada debat tahap per­tama, masing-masing pa­sangan hanya diperbo­lehkan membawa 50 orang tim kam­panye atau tim pen­dukung ke dalam ruangan Baileo Siwali­ma, maka pada debat tahap ke­dua nantinya, dipertim­bang­kan untuk di­tam­bah menjadi 100 orang.

“Kita sudah menetapkan tema debat yang akan dilak­sanakan yaitu Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan,” kata Ketua Divisi Kampanye KPU Kota Ambon Khalil Tianotak kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (11/1).

Menurutnya persiapan lainnya untuk menunjang pelaksanaan debat sudah tidak ada masalah lagi. Ha­nya menungu siapa yang akan menjadi moderator nanti saat debat.

“Kita juga akan meng­u­mum­kan kepada publik pilih­an masyarakat siapa yang pan­tas menjadi moderator pada debat nanti dan akan diputuskan pada 16 Januari mendatang,” ungkap Tiano­tak.

Selain itu, masyarakat juga dapat memberikan per­ta­nya­an kepada KPU untuk digu­nakan pada saat debat nanti.

“Nantinya saat rapat Kamis (12/1) ini, KPU bersama dengan tim akan membahas selain persiapan debat juga terkait dengan materi apa saja yang akan dipakai termasuk dengan pertanyaan yang masuk dari masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, sesuai hasil evaluasi terhadap de­bat kemarin ditemukan pe­lak­sa­naan debat tidak men­jangkau warga hingga ke level bawah.

“Di debat kali ini selain pelaksanaan di Baileo Siwa­lima, di lima kecamatan juga akan dipasang layar tancap bagi masyarakat untuk dapat menyaksikan debat itu sen­diri,” ungkapnya.

Dirinya juga mengaku KPU memang perlu melakukan sosialisasi terkait dengan debat itu sendiri agar ketika pelasanaan masyarakat juga tahu.

“Dengan layar tancap diha­rapkan partisipasi masyara­kat untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan oleh kandidat ketika terpilih nanti,” ungkapnya.

Sebelumnya, KPU telah menggelar debat tahap per­tama pada 10 Desember 2016. Saat itu, debat dihadiri  dua pasang calon Walikota dan Wakil Walikota Ambon yakni Paulus Kasta­nya-MAS Latuconsina (PAN­TAS) dan Richard Louhena­pessy-Sya­rif Hadler (PAPARISSA BARU).

PANTAS diusung oleh PDIP, Partai Gerindra, PAN, Partai Hanura, PKPI dan PKS sementara PAPARISSA BA­RU diusung oleh Partai Nas­dem, Golkar dan PPP. Debat  yang mengusung tema kese­jahteraan rakyat dipandu moderator Simon Nirahua, Guru Besar Fakul­tas Hukum Unpatti.(S-16)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.